3 Hari Hilang, Pemancing di Alas Purwo Banyuwangi Belum Ditemukan

2026-02-02 00:21:12
3 Hari Hilang, Pemancing di Alas Purwo Banyuwangi Belum Ditemukan
BANYUWANGI, - Seorang pria, Kasianto (44), warga Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan hilang secara misterius di Pantai Watu Kapal blok Pasir Putih yang berada di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP).Kasianto diduga hilang sejak memancing pada Sabtu dan hingga hari ini upaya pencarian masih terus dilakukan oleh BPBD Banyuwangi bersama keluarga serta tim gabungan.Berdasarkan laporan Agen Informasi Bencana BPBD Jatim Kabupaten Banyuwangi, Ismanto, hilangnya Kasianto berawal kecurigaan dua warga yang berada di beraktivitas di sekitar Pantai Watu Kapal."Saksi tersebut menemukan kejanggalan. Saksi pertama, Marjo (58), mengaku mendengar suara alarm HP berbunyi tanpa henti sekitar pukul 08.00 WIB. Saat didekati, HP tersebut ternyata milik Kasianto. Namun, korban tidak terlihat di lokasi," kata Ismanto kepada petugas.Baca juga: 5 Hari Hilang, Jasad Pria Ditemukan Tersangkut Batu dan Tertimbun Pasir Sungai di BanyuwangiTemuan tersebut kemudian disampaikan kepada saksi kedua, Maskanan (50), yang berada di sebuah goa sekitar 500 meter dari titik ditemukannya barang-barang korban.Keduanya berusaha mencari Kasianto, namun tak membuahkan hasil.Maskanan lalu menghubungi keluarga korban, yakni Yunus, setelah memastikan barang-barang seperti HP, perbekalan, dan motor milik Kasianto masih berada di area memancing.Yunus kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegaldlimo. Sejak itu, keluarga bersama warga melakukan pencarian mandiri sambil menunggu koordinasi lanjutan.Baca juga: Kala Menteri Koperasi Ditodong Jadi Kasir KKMP Tukangkayu BanyuwangiTetangga korban, Mushtofa, menyatakan, pada hari kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, Kasianto pamit pergi memancing sendirian menggunakan sepeda motor menuju kawasan Alas Purwo.Namun hingga Selasa siang, keberadaannya belum ditemukan.Pihak keluarga juga masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya barang-barang korban.BPBD Banyuwangi menyatakan perkembangan lanjutan serta koordinasi pencarian resmi akan disampaikan setelah tim gabungan turun ke lapangan.“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian,” ujar Ismanto.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-01 23:39