- Salah satu fosil leluhur manusia paling lengkap yang pernah ditemukan, yang dijuluki "Little Foot", kini menimbulkan perdebatan baru di kalangan ilmuwan.Sebuah studi terbaru mengklaim bahwa fosil ikonik ini mungkin bukan anggota dari genus Australopithecus yang sudah dikenal, melainkan mewakili spesies manusia baru.Fosil tersebut ditemukan di Gua Sterkfontein, Afrika Selatan, pada tahun 1998.Selama ini, Fosil Little Foot diyakini sebagai anggota genus Australopithecus—leluhur manusia yang menyerupai kera dan berjalan tegak, yang hidup antara 3-1,95 juta tahun lalu.Ketika fosil ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2017, ia sempat dikaitkan dengan spesies Australopithecus prometheus, meskipun beberapa ahli lainnya bersikeras bahwa ia adalah Australopithecus africanus.Baca juga: 50 Orangutan Tapanuli Diperkirakan Mati Diterjang Banjir Sumatera, Ancam Punahnya SpesiesStudi terbaru, yang diterbitkan dalam American Journal of Biological Anthropology, kini menyajikan tantangan signifikan terhadap klasifikasi tersebut.Para peneliti berpendapat bahwa fosil Little Foot tidak memiliki ciri-ciri unik yang sama dengan A. prometheus atau A. africanus.Dikutip The Independent, Jesse Martin, antropolog dari La Trobe University dan salah satu penulis studi tersebut, menegaskan bahwa identitas sebenarnya dari fosil ini sangat penting untuk memahami masa lalu evolusioner kita.“Kami rasa tidak terbukti bahwa itu (fosil little foot) adalah A prometheus atau A africanus. Ini lebih mungkin merupakan kerabat manusia yang sebelumnya tidak teridentifikasi,” kata Dr. Martin.Para peneliti menemukan bahwa morfologi yang dipertahankan oleh spesimen Little Foot tidak mendukung penugasannya ke A. prometheus.Andy Herries, antropolog dan penulis studi lainnya, menambahkan bahwa nama Australopithecus prometheus sendiri didefinisikan berdasarkan ide awal bahwa leluhur manusia ini membuat api, sebuah gagasan yang kini diketahui tidak benar."Kepentingan dan perbedaannya dengan fosil kontemporer lainnya jelas menunjukkan kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai spesies uniknya sendiri,” tegas Dr. Herries.Baca juga: Apa Spesies Manusia Pertama di Bumi?Temuan ini secara langsung menantang klasifikasi yang ada dan menyoroti perlunya taksonomi yang hati-hati dan berbasis bukti dalam evolusi manusia.Para ilmuwan berharap dalam studi masa depan dapat menguji dan mengklarifikasi spesies mana yang diwakili oleh Fosil Little Foot dan di mana posisi spesies manusia baru ini dalam pohon keluarga manusia.Identitas sejati fosil ini disebut menjadi kunci untuk memahami masa lalu evolusioner kita.
(prf/ega)
Terlalu Unik, Fosil 'Little Foot' Berusia 2 Juta Tahun Diduga Spesies Manusia Baru
2026-01-12 09:11:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:08
| 2026-01-12 08:02
| 2026-01-12 08:01
| 2026-01-12 07:35










































