Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

2026-02-04 12:08:53
Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak
SURABAYA, - Menjelang natal dan tahun baru (nataru), libur panjang menjadi momen yang dinanti oleh anak-anak. Setelah menjalani satu semester penuh dengan rutinitas sekolah, masa liburan kerap dimanfaatkan sebagai waktu jeda dari aktivitas akademik.Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Nur Ainy Fardana Nawangsari MSi Psikolog menilai, bahwa masa liburan memberikan berbagai manfaat bagi anak dalam mendukung proses tumbuh kembang mereka.Baca juga: Libur Telah Tiba, Ini 4 Aktivitas Seru untuk Mengisi Liburan Sekolah Bersama AnakMenurut Neny, sapaan akrabnya, liburan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental anak. Pasalnya, anak-anak telah menghabiskan banyak waktu dengan rutinitas kegiatan yang menguras kemampuan kognitif, fisik, dan emosional mereka. Karena itu, masa libur menjadi momen yang tepat untuk mengembalikan energi anak, sekaligus memberi ruang untuk mengeksplorasi pengalaman baru di luar rutinitas akademik. “Yang sebenarnya dipulihkan ketika anak memasuki masa liburan itu adalah pengalamannya dan kondisi mentalnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, lalu dari pengalaman itu mereka merasa lebih nyaman dan memiliki cara pandang yang berbeda tentang potensi dirinya dan tentang apa yang ada di sekitarnya,” jelasnya, Selasa .Ia menilai bahwa pengalaman baru tersebut tidak selalu harus diperoleh melalui kegiatan liburan yang membutuhkan biaya besar. Menurutnya, orangtua dapat merancang berbagai aktivitas sederhana di rumah yang memberi ruang bagi anak untuk keluar dari rutinitas akademik. Pada momen inilah, liburan juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu kebersamaan antara anak dan keluarga. “Misalnya di rumah, anak-anak bisa diajak membuat proyek tertentu atau kalau orangtuanya punya aktivitas usaha, anak-anak bisa terlibat di sana.” “Ajak anak-anak melakukan aktivitas yang selama ini tidak bisa mereka lakukan karena jadwal sekolah yang padat. Itu bisa jadi pengalaman baru untuk mereka,” jelasnya.Baca juga: 15 Ide Kegiatan Seru Bersama Anak di Rumah Saat Libur PanjangKendati demikian, Neny menegaskan bahwa aktivitas selama masa liburan sebaiknya tidak dibingkai dalam target atau tuntutan tertentu. Sebab, tekanan semacam itu justru dapat mengurangi manfaat liburan bagi anak.Ia menilai, masa libur perlu diposisikan sebagai ruang bermain dan berekspresi agar anak memiliki kesempatan untuk mengenali dirinya serta mengeksplorasi potensi di luar rutinitas sekolah yang ketat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 11:19