Sinkronisasi Penajam Eco City dengan RTRW PPU Berlanjut, Peluang Investasi Dekat IKN

2026-01-12 07:48:58
Sinkronisasi Penajam Eco City dengan RTRW PPU Berlanjut, Peluang Investasi Dekat IKN
NUSANTARA, - Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dibangun di atas lahan inti, tetapi juga didukung oleh pengembangan kawasan penyangga yang strategis.Salah satu proyek paling krusial adalah Penajam Eco City, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang kini memasuki fase implementasi vital.Badan Bank Tanah mengumumkan perkembangan signifikan master plan atau Rencana Induk Penajam Eco City yang telah rampung (final), membuka jalan bagi sinkronisasi tata ruang dan masuknya investasi. Baca juga: Tol IKN Bisa Dilintasi saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026Penajam Eco City diposisikan sebagai simpul logistik dan hub penunjang utama bagi operasional IKN, khususnya Bandara VVIP yang sedan menanti operasionalisasi secara komersial.Berbeda dengan kawasan IKN yang memiliki otoritas tata ruang sendiri, pengembangan Penajam Eco City oleh Badan Bank Tanah harus tetap berjalan selaras dengan regulasi daerah.Wakil Kepala Divisi Reforma Agraria Badan Bank Tanah (BBT) Syafran Zamzami menjelaskan bahwa setelah rencana induk final, fokus utama saat ini adalah sinkronisasi dengan Pemerintah Kabupaten PPU untuk merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)."Proses sinkronisasi RTRW ini untuk memastikan bahwa visi besar Penajam Eco City, sebagai kawasan eco-friendly dengan fasilitas modern, dapat terintegrasi secara mulus dengan lanskap pembangunan lokal PPU, menghindari konflik tata ruang, dan memberikan kepastian hukum bagi setiap investor yang akan masuk," tutur Syafran kepada Kompas.com, Kamis .Baca juga: Transaksi QRIS di Balikpapan, Paser, dan PPU Melonjak Jadi Rp 5,7 TriliunBBT berkomitmen untuk terus berkoordinasi intensif dengan Pemkab PPU demi percepatan revisi RTRW, agar pembangunan fisik dapat segera berjalan sesuai rencana.Kepastian Rencana Induk Penajam Eco City langsung menarik minat investor. BBT mengonfirmasi bahwa sebagian investor atau mitra sudah hadir dan berkomitmen untuk terlibat dalam pengembangan awal kawasan.Fokus investasi awal ini sangat strategis, yaitu mengembangkan infrastruktur maritim yang efisien, dan membangun hub logistik modern untuk mendukung pergerakan barang dan material yang masif, terutama yang terkait dengan operasional Bandara VVIP IKN.Baca juga: Tiga Penyangga IKN Balikpapan, Paser, PPU Rilis Digitalisasi RetribusiKehadiran mitra di sektor logistik dan pelabuhan menunjukkan bahwa Penajam Eco City akan memainkan peran kunci sebagai gerbang supply chain IKN.Kawasan ini akan berfungsi sebagai tulang punggung (backbone) logistik, memfasilitasi distribusi barang secara cepat dan efisien, sehingga menopang pertumbuhan ekonomi IKN secara keseluruhan.Penajam Eco City sendiri dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar kawasan industri atau pelabuhan.Konsep Eco City menggarisbawahi komitmen pembangunan berkelanjutan, seimbang antara kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan.Baca juga: Delegasi Hainan dan Shenzhen Merapat ke IKN, Bidik Peluang InvestasiAdapun lahan yang dialokasikan untuk Penajam Eco City seluas 4.162 hektar dari total lahan yang dikelola BBT di Penajam Paser Utara seluas 4.612 hektar.Lahan ini telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis, di antaranya Reforma Agraria 1.873 hektar, Institusi Pemerintah 379 hektar, Badan Air 123 hektar, Bandara VVIP IKN 621 hektar, dan Jalan Tol IKN 135 hektar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 08:13