Zelensky: Ukraina Siap Gelar Pemilu Jika AS Jamin Keamanan

2026-02-05 11:22:50
Zelensky: Ukraina Siap Gelar Pemilu Jika AS Jamin Keamanan
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengritik Ukraina dalam wawancaranya dengan harian Politico. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah di Kyiv mengadakan pemilu, meski dilarang konstitusi.Kepada wartawan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengaku, "saya pribadi memiliki kemauan dan kesiapan untuk itu," kata dia."Sekarang saya meminta, dan saya menyatakannya secara terbuka, agar Amerika Serikat, mungkin bersama rekan-rekan dari Eropa, membantu memastikan keamanan untuk penyelenggaraan pemilu," ujarnya.Ia menjelaskan bahwa untuk menggelar pemungutan suara, Ukraina perlu mengubah konstitusi, karena melarang penyelenggaraan pemilihan umum di bawah status darurat militer.Ukraina belum mengadakan pemilu apa pun sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada Februari 2022. Masa jabatan lima tahun Zelenskyy sebenarnya telah berakhir pada Mei 2024. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa Moskow dapat mencoba menggagalkan pemilu dan menempatkan pemimpin yang pro-Rusia.Negosiator dari AS dan Ukraina menyelesaikan tiga hari pembicaraan pada akhir pekan untuk mencoba mempersempit perbedaan dalam proposal perdamaian pemerintahan Trump.Salah satu titik utama yang diperdebatkan adalah usulan bahwa Kyiv harus menyerahkan kendali atas wilayah Donbas di Ukraina timur kepada Rusia, yang menguasai sebagian besar tetapi tidak seluruh wilayah tersebut. Ukraina dan sekutu Eropanya menolak keras menyerahkan wilayah."Anda tahu, banyak orang yang tewas," kata Trump kepada Politico, sambil mengklaim bahwa pejabat Ukraina lain—yang hanya ia sebut sebagai "letnan-letnan Zelenskyy, orang-orang teratasnya"—sebenarnya sepakat dengan pemerintah AS.Berbicara lagi kepada wartawan melalui WhatsApp pada Selasa (09/12), Zelenskyy mengatakan ada tiga dokumen yang sedang dibahas dengan mitra Amerika dan Eropa—dokumen kerangka kerja 20 poin yang terus berubah, dokumen mengenai jaminan keamanan, dan dokumen tentang pemulihan Ukraina. Zelenskyy mengatakan bahwa versi terbaru dari proposal Ukraina akan diserahkan kepada AS pada Rabu (10/12).Trump mengatakan bahwa Rusia terlalu kuat bagi Ukraina untuk terus bertarung. "Saya sangat menghargai rakyat dan militer Ukraina atas keberanian dan perjuangan mereka," katanya. "Namun, pada titik tertentu, ukuran biasanya akan menang."Trump menuntut Ukraina agar menggelar pemilihan presiden, meski hukum darurat militer tidak mengizinkan hal itu, dan masa jabatan lima tahun Zelenskyy yang dimulai pada 2019 diperpanjang karena perang. Sikap Trump soal gagalnya Ukraina mengadakan pemilu sejalan dengan pernyataan-pernyataan serupa yang sering disampaikan pemimpin Rusia, Vladimir Putin.Menanggapi komentar Trump, Zelenskyy meminta bantuan AS dan mungkin Eropa "untuk memastikan keamanan pemilu" dan menyatakan bahwa Ukraina bisa siap mengadakan pemungutan suara dalam 60 hingga 90 hari ke depan.Pada pernyataan sebelumnya, Zelenskyy berulang kali menolak mengadakan pemilu sampai gencatan senjata tercapai dan darurat militer dicabut—dan sebagian besar rakyat Ukraina mendukung keputusan itu.Beberapa wilayah Ukraina mengalami pemadaman listrik darurat pada Selasa (09/12) akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur energi, menurut operator energi nasional, Ukrenergo.Wakil kepala kemanusiaan PBB Joyce Msuya mengatakan pada Selasa (09/12) bahwa baru 65% dari 278 juta dolar yang dibutuhkan untuk rencana bantuan musim dingin di Ukraina telah diterima, memaksa pemotongan layanan seperti bantuan tunai, dukungan pemanas, perawatan kesehatan mental, dan perlindungan untuk perempuan dan anak perempuan.Akibatnya, keluarga-keluarga menghadapi suhu beku tanpa pemanas, perempuan dan anak perempuan kehilangan akses ke "ruang aman," dan warga lanjut usia di dekat garis depan tidak memiliki sarana untuk evakuasi, ujarnya kepada Dewan Keamanan PBB.Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan seorang anggota militer Inggris meninggal pada Selasa (09/12) akibat cedera dari kecelakaan saat mengawasi pasukan Ukraina menguji sistem pertahanan jauh dari garis depan—menjadi anggota layanan Inggris pertama yang tewas di Ukraina dalam perang tersebut. Belum jelas apa perannya atau di mana kecelakaan itu terjadi.Militer Inggris mengatakan sejumlah kecil personel berada di Ukraina untuk melindungi diplomat Inggris dan mendukung tentara Ukraina.Rusia mengatakan pihaknya menghancurkan 121 drone di berbagai wilayah dan di Semenanjung Krimea, yang dianeksasi Moskow secara ilegal pada 2014. Di Chuvashia, wilayah sekitar 900 km timur laut perbatasan Ukraina, sebuah serangan merusak bangunan perumahan dan melukai sembilan orang, menurut Gubernur Oleg Nikolayev.Dinas Keamanan Ukraina melakukan serangan drone terhadap terminal gas cair di pelabuhan Temryuk di wilayah Krasnodar, Rusia, pada 5 Desember, menurut seorang pejabat yang mengetahui operasi tersebut, seperti dilaporkan Associated Press.*Editor: Rizki NugrahaTonton juga video "Zelensky Sebut Rusia Bawa 450 Drone-45 Rudal untuk Serang Ukraina"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 09:31