Respons Asisten Pelatih Persib soal Kabar Bojan Hodak Akan Latih Timnas Indonesia

2026-01-16 04:11:05
Respons Asisten Pelatih Persib soal Kabar Bojan Hodak Akan Latih Timnas Indonesia
- Persib Bandung tanpa pelatih Bojan Hodak dalam sesi latihan Selasa petang di Lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Situasi itu terjadi di tengah merebaknya lagi rumor Bojan Hodak akan menjadi pelatih Timnas Indonesia.Timnas Indonesia butuh pelatih baru usai mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025 silam. Kabar soal Hodak jadi kandidat pelatih Timnas Indonesia langsung ditepis manajemen Persib lewat sang bos, Adhitia Putra Herawan. “Bojan Hodak kontraknya (di Persib) masih aman sampai akhir musim (Super League 2025-2026),” kata Adhitia. “Ini karena ada yang lempar isu, padahal kami sedang fokusnya ke ACL (AFC Champions League Two) jadi kami enggak mau dulu nanggepin, dan Bojan juga saya tahu enggak menanggapi isu tersebut,” paparnya. Baca juga: Bos Persib Tepis Rumor Bojan Hodak Jadi Pelatih Timnas IndonesiaAsisten pelatih Bojan Hodak turut menepis rumor tersebut. Jajaran pelatih kini hanya fokus menyiapkan skuad Persib menatap laga lanjutan. Ia turut mengabarkan ketidakhadiran Hodak dalam beberapa hari ini di latihan Persib disebabkan karena sang pelatih pulang ke Kroasia untuk berobat. “Coach Bojan sedang pulang ke Kroasia dan beberapa hari lagi dia akan kembali,” kata Igor Tolic asisten pelatih Persib Bandung. “Saya tidak tahu apa-apa, saya membaca ada banyak rumor. Rumor hanyalah rumor dan kami hanya fokus untuk Persib,” kata Tolic. Baca juga: Persib Bangkit Lawan Selangor, Lucho Bicara Kata-kata Hodak di Ruang GantiStaf pelatih kini hanya berkonsentrasi menyiapkan tim menuju laga melawan Dewa United pada pekan ke-13 Super League 2025-2026. Jadwal Persib vs Dewa United digelar pada 21 November 2025 mendatang di Stadion GBLA.Setelahnya Maung Bandung akan melakoni laga menentukan lawan Lion City Sailors FC di AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. “Jadi kami hanya ingin menang ketika melawan Dewa dan setelah itu kami akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit (vs Lion City Sailors). Kami punya 10 poin di AFC Champions League Two tapi kami belum lolos,” tuturnya. “Jadi kami harus menatap semua dengan serius, kami juga ingin melanjutkan kemenangan di liga, kami tidak punya waktu untuk (membahas) rumor,” ucap Tolic. Baca juga: Momen Hangat Bintang Persib Eliano Reijnders Kembali ke PEC Zwolle


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 02:13