Brimob Polda Jatim Gelar Operasi Kemanusiaan Bantu Korban Terdampak Erupsi Semeru

2026-01-14 08:15:59
Brimob Polda Jatim Gelar Operasi Kemanusiaan Bantu Korban Terdampak Erupsi Semeru
Brimob Polda Jawa Timur (Jatim) ikut terjun melakukan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Upaya penyelamatan hingga dukungan logistik dan pemulihan psikososial dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.Dansatbrimob Polda Jawa Timur Kombes Suryo Sudarmadi mengatakan satu Satuan Setingkat Kompi terdiri dari 36 personel Satbrimob dikerahkan sejak Sabtu (22/11/2025) dini hari. Mereka dikerahkan untuk mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo."Kegiatan dimulai pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan yang setiap hari memasak ratusan porsi makanan untuk warga terdampak, pengungsi, dan personel SAR," ujar Suryo.Sebelum kegiatan dimulai, mereka menggelar apel yang dipimin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim. Setelah itu, Brimob diterjunkan membersihkan rumah warga dari abu vulkanik serta membantu memindahkan barang ke hunian tetap.Brimob juga ikut memberikan trauma healing kepada anak-anak di SDN 04 Pronojiwo yang mengalami tekanan psikologis pasca-erupsi. Kegiatan dipimpin Bripka Arif dan dua personel lain melalui permainan edukatif dan pendampingan emosional.Siang harinya, Pos Dapur Lapangan Brimob di Desa Supit Urang menerima kunjungan utusan Presiden RI yang meninjau kesiapan logistik dan pelayanan kepada warga. Sehari sebelumnya, Polda Jatim juga telah mengirim bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Semeru.Bantuan dilepas Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce. Dengan status Gunung Semeru berada pada Level IV (awas), bantuan difokuskan untuk dua titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo.Bantuan tersebut mencakup kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, pakaian anak, hingga 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja. Distribusi dilakukan secara humanis mengingat para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma.Polda Jatim memastikan operasi kemanusiaan akan terus berlangsung hingga situasi benar-benar pulih."Dapur umum, pembersihan rumah, hingga trauma healing merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri untuk memulihkan warga Lumajang terdampak erupsi Semeru. Polri menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara cepat dan transparan sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat di situasi bencana," ujar Suryo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 07:57