Perdagangan dan Reparasi Kendaraan Dominasi Ekonomi Jakarta di Triwulan III-2025

2026-02-03 22:14:30
Perdagangan dan Reparasi Kendaraan Dominasi Ekonomi Jakarta di Triwulan III-2025
JAKARTA, - Struktur ekonomi DKI Jakarta pada triwulan III-2025 didominasi sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor.Sektor ini menjadi penyumbang utama terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) ibu kota, mencerminkan kuatnya peran aktivitas jasa dan konsumsi dalam perekonomian Jakarta.Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor berkontribusi sebesar 18,31 persen terhadap struktur ekonomi Jakarta.Lapangan usaha lain yang juga memberi sumbangan besar antara lain industri pengolahan (11,24 persen), konstruksi (10,77 persen), jasa keuangan (10,21 persen), dan informasi serta komunikasi (9,45 persen)."Jakarta untuk menuju kota global tentunya sektor-sektor jasa juga menjadi tumpuan, terkait dengan peran sektor ekonomi di dalam kota global," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.Baca juga: Cara Buat Kartu Pekerja Jakarta untuk Bisa Gratis Naik Transjakarta, MRT, LRT JakartaDari sisi pengeluaran, komponen tertinggi masih berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) yang mencapai 63,43 persen.Sementara itu, pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yakni 20,06 persen.Secara keseluruhan, ekonomi Jakarta pada triwulan III-2025 tumbuh 4,96 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Pertumbuhan sektor yang tertinggi secara year-on-year (dari sisi produksi) ada di penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 9,55 persen," ujar Hasanudin.Jika dibandingkan dengan triwulan II-2025 (q-to-q), ekonomi Jakarta tetap mencatat pertumbuhan positif 0,02 persen.Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 3,14 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, PKP naik 7,88 persen.Baca juga: Misteri Jatuhnya Siswa Sekolah Internasional di Gading Serpong yang Masih DiselidikiBPS juga melaporkan, ekonomi Jakarta berkontribusi sebesar 16,39 persen terhadap perekonomian nasional, tertinggi di antara provinsi lainnya seperti Jawa Timur (14,54 persen) dan Jawa Barat (12,73 persen)."Terkait dengan share dan pertumbuhan ekonomi secara nasional, di Pulau Jawa termasuk yang tertinggi. Ini juga menjadi perhatian kita betapa perekonomian Jakarta memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk perekonomian nasional ini sebesar 16,39 persen," kata Hasanudin.Dominasi sektor perdagangan dan jasa pada periode ini menunjukkan bahwa perekonomian Jakarta masih bertumpu pada aktivitas konsumsi dan layanan.Meski pertumbuhan secara triwulanan relatif stabil, kontribusi Jakarta tetap menjadi tulang punggung utama perekonomian nasional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-03 21:44