Ekspor Tembus 26,68 Miliar Dollar AS, Menekraf: Ekraf Jadi “Tambang Baru” Ekonomi Indonesia

2026-01-12 09:04:52
Ekspor Tembus 26,68 Miliar Dollar AS, Menekraf: Ekraf Jadi “Tambang Baru” Ekonomi Indonesia
– Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan, sektor ekonomi kreatif (ekraf) bukan lagi sekadar potensi, tetapi telah bertransformasi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ekonomi kreatif berpotensi (jadi) tambang baru yang tumbuh dari daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa . Hal itu disampaikan Teuku dalam acara End Action Report (EAR) 2025 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin .Dalam kesempatan itu, Teuku memaparkan data kinerja EAR 2025 yang menunjukkan tren positif. Nilai ekspor ekonomi kreatif sepanjang Januari–Oktober 2025 tercatat mencapai 26,68 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara 11,96 persen dari total ekspor nonmigas nasional.EAR 2025 juga mencatat realisasi investasi pada triwulan III sebesar Rp 132,04 triliun atau 107 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025. Sementara itu, jumlah tenaga kerja sektor ekraf mencapai 27,4 juta orang.Baca juga: Serahkan Laporan Statistik Ekraf, BPS: Pertumbuhan PDB Ekraf Lampaui Nasional“Data dan kolaborasi yang kuat akan memastikan kebijakan kami tepat sasaran dan berdampak luas,” tegas Teuku.Di sisi lain, capaian tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita ketiga dan kelima.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif pada 2024 mencapai Rp 1.611,2 triliun atau setara 7,28 persen dari PDB nasional. Angka ini melampaui pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,03 persen, sekaligus menegaskan peran nyata sektor ekraf dalam perekonomian nasional.Teuku menambahkan, momentum positif tersebut menjadi pijakan penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif ke depan.“Dalam kurun waktu setahun terakhir, ekraf mencatatkan kemajuan kelembagaan dengan bertambahnya 19 provinsi dan puluhan kabupaten/kota yang membentuk dinas/komite ekraf,” sebutnya. Baca juga: Menteri Ekraf Apresiasi Produk Lokal Kota Batu Dorong Ekspor Rp 56,1 TSelain itu, sektor ekonomi kreatif mendapat dukungan melalui puluhan kerja sama strategis dengan mitra nasional maupun internasional yang telah ditandatangani sepanjang 2025.Menurut Teuku, capaian tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif mampu menjadi mesin baru pertumbuhan nasional.“Pertumbuhan ekraf dimulai dari darah dan tolok ukur implementasi Asta Ekraf, kerangka strategi delapan klaster yang mengarahkan kebijakan dari aspek data, talenta, infrastruktur, hingga komersialisasi kekayaan intelektual,” jelasnya.Sepanjang 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) juga menjalankan berbagai program penguatan peran sebagai akselerator dan pembuat kebijakan.Program tersebut antara lain Temu Komunitas Talenta Ekraf (Tekoteh), penyusunan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, Desa Kreatif, Emak-Emak Matic dan Gen Matic, hingga Wonder Voice of Indonesia.Baca juga: Peruri dan Kementerian Ekraf Kerja Sama Akselerasi Digitalisasi dan Perlindungan HaKI


(prf/ega)