JAKARTA, – Setiap akhir pekan, jalur menuju Puncak, Bogor, hampir selalu dipadati kendaraan dari Jabodetabek. Baik motor ataupun mobil sering kali memenuhi sejumlah ruas jalan menuju selatan Jakarta.Kemacetan kerap digambarkan “horor”, antrean kendaraan mengular berjam-jam, seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.Bahkan pihak berwajib sampai harus melakukan sistem buka-tutup jalur. Namun menariknya, fenomena ini tidak pernah benar-benar membuat orang kapok.Baca juga: Laporkan Tempat Parkir yang Pasang Tulisan ‘Barang Hilang Bukan Tanggung Jawab Pengelola’KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Satu unit bus wisata mogok di tanjakan Cipayung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu . Akibatnya, kemacetan terjadi di jalur Puncak Bogor siang tadi.Bahkan bagi sebagian warga Jakarta, Puncak tetap menjadi tujuan liburan utama, sekaligus tempat “pelarian singkat” dari rutinitas kerja di Ibu Kota.Rupanya alasannya beragam, dari jarak yang dekat, biaya perjalanan yang relatif terjangkau, hingga pilihan destinasi wisata yang terus bertambah.Naufal (30), karyawan swasta yang berdomisili di Tangerang Selatan, mengatakan, Puncak masih menjadi pilihan logis bagi masyarakat yang hanya memiliki waktu libur singkat.Baca juga: Motor Listrik Honda WN7 Resmi MengaspalKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan melintasi jalur Puncak Pass, Cianjur, Jawa Barat, Kamis . Sejak diberlakukan Operasi Lilin Lodaya 2025, arus lalu lintas di jalur wisata itu mengalami lonjakan.“Dari Jakarta naik sepeda motor mungkin 1,5 jam doang. Kalau ke Bandung atau Jogja kan lumayan jauh. Jadi menurut saya, buat orang yang liburnya enggak lama, sehari dua hari doang, ya paling masuk akal,” ujar dia, kepada Kompas.com .Ketika ditanya apakah dirinya pernah kapok setelah terjebak macet berjam-jam, Naufal mengaku belum pernah mengalami. Sebab dirinya menyiasati liburan ke Puncak saat hari kerja ketimbang waktu libur panjang.Hal senada disampaikan Danang (33), karyawan swasta asal Jakarta. Menurutnya, biaya perjalanan yang relatif terjangkau menjadi pertimbangan utama.Baca juga: Info Jadwal dan Lokasi CFD Jakarta Hari IniKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Seorang anggota polisi sedang mengatur kendaraan di bundaran Tugu Lampu Gentur Cianjur, Jawa Barat, Jumat menyusul pemberlakuan sistem ganjil genap di kawasan Puncak hari ini.“Liburan ke Puncak itu murah meriah. Daripada ke Bandung, tol dan bensinnya lebih mahal, mending ke Puncak karena lebih terjangkau. Meskipun bakal kena macet, tapi bisa disiasati dengan berangkat lebih pagi,” katanya, pada kesempatan yang sama.Untuk biaya bensin mobil sekelas Low MPV, yang dapat menampung tujuh orang, menurutnya cukup mengisi full tank sekitar Rp 300.000.Bahan bakar tersebut cukup untuk berangkat dari Jakarta sampai Puncak, selama berkegiatan di sana, hingga pulang lagi ke Jakarta. Bahkan saat kembali sampai rumah, menurutnya bensin masih tersisa setengah tangki.Baca juga: Video Pajero Sport Alami Diesel Runaway, Ini PenyebabnyaSHUTTERSTOCK/GINEN Pengunjung berpose di dekat De Wind Mills di Cimory Dairyland, Bogor, Jawa Barat.“Destinasinya banyak dan menarik buat anak-anak. Makanya balik ke Puncak lagi, karena dalam sehari belum tentu habis. Penasaran juga soalnya sama tempat-tempat lainnya,” ucap dia.Namun begitu, sebagian masyarakat mulai mencari alternatif tujuan liburan yang lebih sepi, tetapi tetap dekat di sekitar area Bogor.Arifin (31), karyawan swasta asal Depok misalnya, memilih kawasan Cijeruk di sekitar Tol Bocimi sebagai opsi selain Puncak, terutama saat periode libur panjang.Baca juga: Tabrakan Beruntun di Tol Layang MBZ, Ingat Aturan di Lajur KananDok. Ridwan Arifin Ilustrasi pemandangan di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, sebagai alternatif wisata dari Puncak.
(prf/ega)
Kerap Macet Horor, Kenapa Orang Tidak Kapok Wisata ke Puncak?
2026-01-11 22:13:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:35
| 2026-01-11 21:29
| 2026-01-11 21:04
| 2026-01-11 20:22
| 2026-01-11 20:18










































