AKBP Basuki Disebut Sempat Minta Handphone dan Laptop Dosen Untag yang Tewas di Kostel Semarang

2026-01-12 23:17:43
AKBP Basuki Disebut Sempat Minta Handphone dan Laptop Dosen Untag yang Tewas di Kostel Semarang
SEMARANG, – Polisi diminta transparan terkait pengungkapan kasus kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, yang ditemukan meninggal di kostel kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin .Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Abidin Petir, menyebut masih banyak kejanggalan dalam kasus ini.Dia meminta penyidik untuk segera mendalami rekaman CCTV, handphone, dan laptop milik korban."Tadinya mau diminta oleh AKBP B tapi tak boleh oleh petugas ya," kata Zainal, Selasa .Baca juga: Kematian Dosen Muda Untag, Kode di Balik Pelanggaran AKBP BasukiZainal menegaskan, penyidik seharusnya tidak ragu untuk mengungkap isi file yang berkaitan dengan kematian Levi melalui bukti elektronik tersebut."Polisi punya alatnya kok," ucapnya.Selain itu, Zainal menyoroti temuan obat-obatan di kamar korban. "Obatnya itu obat apa? Obat sakit, obat perangsang, obat apa? Makanya saya hari ini ke Polda Jateng, minta kejelasan,” tegasnya.Jika obat-obatan tersebut terkait penyakit korban, lanjut Zainal, hal itu harus dibuktikan secara medis.“Kalau memang untuk pengobatan, sakit apa? Dan siapa yang memberikan obat itu? Kalau bukan obat sakit, lalu obat apa? Ini yang harus transparan,” ujarnya.Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyebut bahwa AKBP Basuki telah mengakui adanya hubungan dengan dosen Levi. "Dari hasil keterangan kemarin (AKBP Basuki mengakui ada hubungan dengan Dosen Levi)," kata Artanto, Senin .Hubungan tersebut telah terjalin sejak 2020. "Sejak 2020 sudah melakukan hubungan intens dengan almarhumah," tambahnya.Selain pengakuan AKBP Basuki, penyidik mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian."Di mana pada saat olah TKP kedua kita menyita baju milik AKBP B maupun milik saudari D. Kemudian kita menyita juga obat-obatan yang ada di kamar itu," kata Artanto.Penyidik juga menyita seprei dan selimut dari kamar korban."Barang bukti tersebut nanti akan kita gunakan sebagai bukti awal dan menyusun kronologi suatu peristiwa tersebut," lanjut dia.Khusus untuk obat-obatan, penyidik membawa barang bukti tersebut ke laboratorium forensik untuk pendalaman."Dicek apakah obat-obatan berdasarkan resep dokter atau dari obat-obatan luar yang tanpa resep dokter," ujarnya.


(prf/ega)