Jakarta - Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jakarta memulai rangkaian Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Jakarta Kota Sinema' untuk merumuskan indikator dan ukuran utama guna mewujudkan Jakarta Kota Sinema bersama Tempo Media Group.Pembahasan ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan Jakarta masuk dalam jejaring kota kreatif dunia, khususnya kategori Film, di bawah UNESCO Creative Cities Network (UCCN).Rangkaian FGD berlangsung selama enam hari, dari 1 sampai 5 Desember 2025 dan 8 Desember 2025 di Jakarta Pusat. Total terdapat sembilan kelompok diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti unsur pemerintahan, sineas, komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha.AdvertisementKepala Dinas Pariwisata dan Kreatif Provinsi Jakarta Andhika Permata, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekraf DKI Jakarta, Puji Hastuti mengatakan, Pemprov telah berupaya memperkuat ekosistem perfilman."Salah satu langkah yang kini tengah dirumuskan adalah Jakarta Film Commission, penyiapan platform Filming in Jakarta, hingga mekanisme insentif fiskal untuk para sineas," ujar Puji, melalui keterangan tertulis, Senin .Dia menyebut, semua upaya itu belum cukup, masih banyak tantangan yang harus dijawab guna menghasilkan kebijakan yang komprehensif."Pemerintah Provinsi Jakarta ingin melakukan studi untuk mendapatkan gambaran berdasarkan data dan pendapat para ahli serta pelaku industri. Apakah Jakarta layak untuk dikembangkan menjadi kota cinema?," terang Puji."Apa saja yang sudah dimiliki Jakarta untuk memenuhi syarat menjadi sebuah kota cinema? Dan apa saja yang masih perlu dikembangkan?," sambung dia.
(prf/ega)
Pemprov DKI Gelar Diskusi, Rumuskan Indikator dan Ukuran Utama Wujudkan Jakarta Kota Sinema
2026-01-12 04:01:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:02
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 03:10
| 2026-01-12 03:06










































