JAKARTA, -Kementerian Keuangan berencana mempercepat realisasi belanja negara mulai awal 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ancaman perlambatan ekonomi dunia.Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, kondisi ekonomi global pada 2026 belum akan membaik. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya 2,9 persen. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih berlanjut.“2026 juga tidak ada titik cerah yang lebih. Masih akan sekitar 2,9 persen pertumbuhan ekonomi global. Bahkan kalau kita lihat beberapa ancaman itu masih terus berjalan,” ujar Febrio dalam acara Ekonomi Outlook di Jakarta, Rabu .Baca juga: Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Jadi yang Tertinggi Tahun IniIa menjelaskan, pemerintah ingin memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Selama tiga bulan terakhir, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah kebijakan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha.Sektor manufaktur mulai menunjukkan pemulihan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 51,2, naik dari bulan sebelumnya yang sempat mendekati 50.Febrio menilai kinerja ekonomi nasional selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tergolong stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen. Kuartal I tercatat 4,8 persen, kuartal II naik ke 5,12 persen.Pemerintah optimistis laju ekonomi kuartal III tetap di sekitar 5,1 persen dan berpotensi meningkat pada kuartal IV, seiring mulai berjalannya berbagai stimulus fiskal.Baca juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III-2025 Tumbuh 5,04 Persen, Didorong Ekspor dan Konsumsi DomestikKinerja pasar keuangan juga menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) per 16 Oktober 2025 turun ke 5,91 persen, terendah sejak 2021.“Ini mencerminkan kepercayaan global dan domestik terhadap tata kelola fiskal Indonesia,” kata Febrio.
(prf/ega)
Kemenkeu Siapkan Strategi Belanja Dini APBN 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
2026-01-12 01:55:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:32
| 2026-01-12 02:11
| 2026-01-12 00:48
| 2026-01-12 00:46
| 2026-01-12 00:15










































