BTN (BBTN) Dorong Inovasi Hunian untuk Program Tiga Juta Rumah

2026-01-14 10:20:27
BTN (BBTN) Dorong Inovasi Hunian untuk Program Tiga Juta Rumah
JAKARTA, – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melanjutkan rangkaian roadshow BTN Housingpreneur 2025 di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.Ini merupakan salah satu upaya perseroan mencari solusi hunian masa depan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.Pendekatan ini sekaligus menjadi dukungan BTN terhadap Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.Baca juga: BTN Tuntaskan Penyaluran Dana Pemerintah Rp 25 Triliun, Dorong Kredit PerumahanDOK KEMENTERIAN PUPR Ilustrasi perumahan sederhana.Corporate Secretary BTN Ramon Armando, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terus berubah seiring dinamika gaya hidup, terutama di kawasan perkotaan.Karena itu, pencarian inovasi tidak cukup dilakukan dari sisi pengembang atau pelaku industri saja, tetapi juga harus menyertakan gagasan dari akar rumput, termasuk generasi muda.“BTN Housingpreneur 2025 merupakan wujud komitmen BTN mendukung Program Tiga Juta Rumah agar lahir terobosan nyata dan relevan yang menjawab kebutuhan akan rumah layak huni serta terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ramon dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat .Roadshow di USU juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan inovasi perumahan.Baca juga: Hingga Oktober 2025, Rp 315 Triliun Digelontorkan untuk Subsidi Energi hingga PerumahanKepala Kantor BTN Wilayah Sumatera, Noor Ridlo, menegaskan program BTN Housingpreneur tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai gerakan untuk memperkuat keterlibatan berbagai pihak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 10:50