Kakorlantas Ucapkan Selamat Natal: Damai Menyertai Kita Semua

2026-02-04 14:40:52
Kakorlantas Ucapkan Selamat Natal: Damai Menyertai Kita Semua
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru untuk masyarakat. Dia ingin masyarakat bersuka cita dalam momen perayaan Natal ini."Dan tentunya dalam kesempatan ini, Bapak Kapolri melalui kami juga mengucapkan Selamat Natal bagi rekan-rekan yang merayakan, dan selamat tahun baru bagi seluruh masyarakat," kata Irjen Agus di kawasan Cawang, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2025).Selanjutnya, Irjen Agus berharap masyarakat di Indonesia damai dalam momen Natal tahun ini. Dia berharap cuaca bersahabat sehingga kegiatan masyarakat berjalan lancar."Semoga damai Natal menyertai kita semua dan cuaca juga bersahabat sehingga semua kegiatan masyarakat di akhir tahun ini bisa berjalan dengan baik," ucap dia.Dia menyebut sekitar 1,2 juta kendaraan meninggalkan Jakarta hari ini pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Mereka keluar ke arah Bandung, Jawa Timur maupun Sumatera."Total proyeksi dari 2,9 juta, saat ini sudah masuk di angka 41,5% kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju ke arah Jawa maupun ke arah Sumatera," kata Irjen Agus.Irjen Agus menambahkan, puncak arus mudik pertama berlangsung Sabtu (20/12) dengan kendaraan yang melintas sebesar 189.000 kendaraan. Lalu puncak arus mudik selanjutnya berlangsung Rabu (24/12) dengan selisih angka yang tipis."Dan untuk puncak arus mudik yang kedua, itu dimulai dari tadi malam sampai dengan tadi pagi, mencapai angka 201.000 kendaraan," ucap dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 13:39