Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan

2026-02-02 10:56:29
Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan
PAM JAYA meraih Rekor MURI berkat kegiatan donor darah yang mencapai 1.989 pendaftar dan sebanyak 1.538 pendonor berhasil mendonorkan darahnya. Mengusung tema "Perempuan Peduli, Perempuan Menginspirasi", kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu dan HUT PAM JAYA ke-103 tahun.Adapun rangkaian Donor Darah PAM JAYA 2025 dilaksanakan selama tiga hari di enam wilayah DKI Jakarta. Pada 24 Desember 2025, pelaksanaan digelar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara dengan total 624 pendonor. Kemudian pada 27 Desember 2025, donor darah dilakukan di Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu dengan total 482 pendonor. Sementara saat puncak acara yang berlangsung pada 28 Desember 2025 di Jakarta Timur, tercatat ada 390 pendonor. "Pencapaian rekor MURI ini bukan hanya angka atau prestasi, tetapi cerminan kepedulian keluarga besar PAM JAYA kepada sesama. Seperti air yang kami alirkan setiap hari untuk kehidupan warga Jakarta, melalui donor darah ini kami ingin memastikan semangat kemanusiaan juga terus mengalir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Semoga kebaikan ini menjadi energi positif bagi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi Jakarta," ujar Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).Arief menyampaikan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai komunitas, antara lain Daya Wanita PAM JAYA, Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, serta Komunitas Kebaya Jakarta.Tinjauan IPA Buaran hingga Penggalangan DanaPada puncak acara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno beserta jajaran turut mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran. Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung kesiapan pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta serta memastikan keandalan infrastruktur pelayanan air minum perpipaan. Rano juga melihat langsung kegiatan donor darah yang digelar oleh PAM JAYA. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Daya Wanita PAM JAYA dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta terkait pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan sepanjang tahun 2026. Kerja sama ini menjadi penguatan sinergi antara PAM JAYA dan organisasi pemberdayaan masyarakat untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh warga Jakarta.Sejalan dengan itu, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta akan melakukan pemberian bantuan 1.000 toren air gratis di awal tahun 2026 kepada warga Jakarta yang berada jauh dari titik suplai air minum perpipaan.Aksi solidaritas juga diwujudkan melalui dukungan PAM JAYA untuk masyarakat yang terdampak musibah di Sumatera. Hingga 28 Desember 2025, penggalangan dana bertajuk "103 Tahun PAM JAYA Mengalirkan Kepedulian untuk Sumatera" telah mencapai Rp208.457.672.Selain itu, bantuan tahap pertama telah disalurkan melalui BPBD DKI Jakarta pada 18 Desember 2025, berupa 236 paket sembako serta 20 toren air. Bantuan tahap berikutnya akan diberangkatkan pada 31 Desember 2025, terdiri atas IPA Mobil kapasitas 0,5 liter/detik (2 unit), Water Purifier kapasitas 0,5 liter/detik (8 unit), mobil tangki air kapasitas 4 m³ (10 unit), serta dukungan delapan operator dan 15 pengemudi mobil tangki air. Melalui kegiatan donor darah ini, PAM JAYA menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan air minum perpipaan, namun juga melalui aksi kemanusiaan. Sinergi Pemprov, BUMD, komunitas perempuan serta masyarakat menjadi kekuatan untuk mengalirkan kebaikan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 08:56