Erick Thohir Sebut Sudah Ada 5 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia

2026-01-14 11:25:31
Erick Thohir Sebut Sudah Ada 5 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia
- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali memberikan penjelasan terkait proses pemilihan pelatih baru Timnas Indonesia usai berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert.Saat ini, Timnas Indonesia masih belum memiliki nakhoda, tetapi proses pencarian terus berjalan untuk persiapan menuju agenda FIFA Matchday tahun depan menjadi fokus penting.Usai memutus kontrak dengan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia dipastikan tidak akan tampil pada agenda FIFA Matchday November mendatang.Meski demikian, PSSI tengah mempercepat proses seleksi pelatih baru agar tim nasional dapat kembali bersaing dan mengumpulkan poin penting pada laga FIFA Matchday tahun depan.Erick Thohir menekankan bahwa pemilihan pelatih bukan hal yang dapat dilakukan secara terburu-buru.Baca juga: PSSI Cari Pelatih Senior untuk Proyek Jangka Panjang Timnas IndonesiaProses diskusi dan komunikasi dengan banyak pihak diperlukan agar sosok yang terpilih mampu membawa Garuda tampil kompetitif dalam jangka panjang, termasuk menuju Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030."Kita ada FIFA Matchday November tetapi yang besar Maret, Juni, September, Oktober, dan November," ujar Erick Thohir dikutip dari BolaSport"Kita kembali menjaring nama lebih banyak, sudah ada lima nama," tambah Ketum PSSI itu."Kalau sudah ada lima nama ini kan kita harus coba diskusi dengan banyak pihak termasuk dari PSSI dan stakeholder pemerintah."Erick Thohir juga menjelaskan bahwa kelima nama tersebut belum tentu bersedia melatih Timnas Indonesia.Menurutnya, daftar itu masih bersifat sementara dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah atau berubah sesuai hasil komunikasi dan evaluasi.Baca juga: Timnas Indonesia U17 Vs Zambia: Garuda Asia Punya Kemampuan untuk Ukir Sejarah"Karena lima nama ini belum tentu available, ini kan baru cita-cita," tegas Erick.Sebelumnya, PSSI mencatat ada sepuluh kandidat pelatih, tetapi lima di antaranya menyatakan tidak bersedia.Dokumentasi Instagram Erick Thohir Timnas Indonesia dalam perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat menghadapi Arab Saudi, Kamis di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.Situasi ini membuat proses seleksi membutuhkan waktu yang lebih panjang."Sebenarnya sebelumnya ada 10 nama tapi yang lima tidak bersedia, kita juga perlu proses," jelas Erick.Meski begitu, Erick memilih tidak membocorkan identitas atau negara asal para calon pelatih tersebut.Baca juga: Berita Kembalinya Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia Tanpa Dasar dan Tidak ValidIa hanya menyebut bahwa kandidat berasal dari sejumlah negara berbeda."Pasti ada tiga atau empat negara," tutup pria kelahiran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-14 10:08