Bos ASDP Indonesia Ferry Buka Suara Progres Merger, Sampai Mana?

2026-01-12 05:18:09
Bos ASDP Indonesia Ferry Buka Suara Progres Merger, Sampai Mana?
JAKARTA, - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) buka suara terkait kabar akan ada merger sejumlah anak usaha di sektor maritim, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) hingga ASDP Indonesia Ferry.Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah dalam hal ini melalui Danantara.Ia menyebut, kabar yang ia terima soal merger ini justru juga mencakup Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik."Kita tentunya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan Danantara. Tetapi, memang sampai saat ini kita belum mendapatkan update kembali terkait dengan merger beberapa BUMN yang masuk dalam klaster logistik," ujar Heru saat ditemui di acara Media Briefing Kesiapan Nataru ASDP Indonesia Ferry Indonesia, Jakarta, Senin .Baca juga: Bakal Pangkas Jumlah BUMN hingga Anak-Cucu, Danantara: Tidak Boleh Ada PHK! Heru menyebutkan, beberapa BUMN yang masuk dalam klaster logistik meliputi PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelni, PT Pelindo, dan PT Pos Indonesia.Namun, Heru mengaku, pembahasan soal merger ini sudah lama belum ada kelanjutan sejak terakhir kali dibahas."Kami sebagai perusahaan BUMN tentu juga harus mengikuti apa yang menjadi keputusan dari Danantara. Apapun bentuknya, seperti apa, kita akan mengikuti," tambahnya.Hingga kini, Heru belum membocorkan kapan target wacana ini akan terealisasi.Ia menyarankan agar mengonfirmasi hal tersebut kepada Danantara.Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih dalam proses menggabungkan alias merger BUMN-BUMN transportasi laut, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT ASDP Indonesia Ferry.Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, proses holdingisasi BUMN transportasi laut ini masih dalam tahap kajian.Tahapan ini ditargetkan akan rampung pada kuartal I 2025."Masih dikaji. Mungkin kuartal I lah (selesai kajiannya). Kajian hukum sama kajian komersial," ujar Tiko saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu .Namun, hingga pengujung tahun 2025, merger ini belum juga terealisasi. Bahkan saat Kementerian BUMN berubah menjadi BP BUMN.Baca juga: Soal Merger GoTo–Grab, Bos Danantara: Masih Berjalan


(prf/ega)