Kawanan Monyet Masuki Sekolah di Bangkalan, Kerap Acak-acak Tempat Sampah

2026-02-04 00:31:08
Kawanan Monyet Masuki Sekolah di Bangkalan, Kerap Acak-acak Tempat Sampah
BANGKALAN, - Sekelompok monyet ekor panjang kerap memasuki area SMKN 2 Bangkalan, Jawa Timur.Monyet-monyet itu bahkan mengacak-acak tempat sampah untuk mencari makan.Kepala Sekolah SMKN 2 Bangkalan, Nur Hazizah mengatakan, ada dua habitat monyet di sekitar sekolah tersebut, sehingga sekolahnya menjadi tempat kawanan monyet mencari makanan. "Ada dua lokasi, di seberang sekolah dan di belakang sekolah. Biasanya ke sini kalau pagi dan sore atau sehabis hujan," ujarnya, Rabu .Baca juga: Seorang Remaja di Hoder Sikka Digigit Anjing Rabies, 20 Anjing dan 1 Monyet Dieliminasi Ia mengatakan, biasanya kawanan monyet tersebut akan naik ke atas genteng dan pohon yang ada di sekolah. Monyet akan turun ke bawah ketika melihat tempat sampah dan makanan. "Biasanya kalau ada yang taruh makanan di atas motor atau meja begitu kalau tidak segera diambil akan dimakan monyet," ucap dia. "Selain itu juga tempat sampah biasanya akan digulingkan dan dibongkar. Monyetnya cari makanan," katanya. Meski kerap memasuki area sekolah, kata Nur, monyet-monyet liar itu tak mengganggu siswa maupun guru. "Kalau nyerang tidak pernah. Selama kita tidak ganggu mereka, mereka juga tidak ganggu. Selama ini ya kami sudah akrab dan cukup bersahabat dengan monyet di sini," ucap dia.Baca juga: Saat Habitat Rusak, Monyet Liar Serbu Permukiman Kota Salah satu siswa SMKN 2 Bangkalan, Moh Arif mengaku kerap memberikan makanan untuk monyet yang datang. "Iya biasanya monyet ke sini cuma cari makan, sering saya lempari makanan. Selama ini tidak pernah sampai nyerang, paling cuma merebut makanan," kata Arif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-03 23:10