MALANG, - Isu perkebunan sawit yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab deforestasi hutan, terus menjadi perdebatan panas pascainsiden banjir di Sumatera beberapa waktu lalu.Pakar Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Febri Arif Cahyo Wibowo memastikan bahwa kebun sawit dan hutan memang berbeda dalam konteks ekosistem hutan dan daya dukung lingkungan.Febri menyebut bahwa penyamaan fungsi pohon hutan dan pohon sawit dalam hal penyerapan air dan pencegahan banjir, merupakan pemahaman menyesatkan."Perbedaan paling mendasar antara sawit dan pohon hutan terletak pada struktur akar dan karakter vegetasi," ungkapnya kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Sebaran Kebun Sawit di Bogor yang Luasnya Terbesar Kedua di Jabar Setelah SukabumiFebri menjelaskan, akar sawit bersifat serabut dengan kedalaman rata-rata hanya sekitar satu meter, sehingga kemampuan menyerap dan menyimpan air sangat terbatas.Sebaliknya, pohon hutan memiliki akar yang dapat menjangkau kedalaman dua hingga tiga meter, dan pada kondisi tertentu bahkan mencapai sepuluh meter."Perbedaan struktur ini membuat pohon hutan jauh lebih efektif dalam menjaga keseimbangan hidrologi dan kestabilan tanah," bebernya."Kalau soal mempertahankan air, pohon jelas lebih unggul,” tambahnya.Dosen kehutanan itu menyebut, sistem tanam sawit yang bersifat monokultur justru turut memperbesar kerentanan ekologis.Lantai kebun sawit yang bersih dari tumbuhan bawah, membuat air hujan jatuh langsung menghantam permukaan tanah tanpa peredam alami.Baca juga: Limbah Cair Sawit dari RI Diterima sebagai Bahan Bakar Pesawat BerkelanjutanSementara itu, hutan alam memiliki struktur vegetasi berlapis yang mampu menahan, memperlambat, dan menyebarkan aliran air hujan sebelum mencapai tanah."Kondisi ini tidak hanya menjaga kelembapan tanah, tetapi juga mengurangi peluang terjadinya erosi," urainya.Dalam hal kebijakan ekspansi sawit, risiko erosi merupakan ancaman paling dekat, terutama pada kawasan dengan topografi miring.Menurut Febri, banyak penelitian menunjukkan tingkat erosi di lahan sawit pada lereng tergolong tinggi. Kalau intensitas hujan tinggi dan tidak ada vegetasi penahan, dampaknya bisa sangat besar."Regulasi sebenarnya sudah sangat jelas, tinggal ditaati saja,” katanya.
(prf/ega)
Pakar UM Jelaskan Perbedaan Sawit dengan Hutan Alami dalam Mencegah Banjir
2026-01-12 03:51:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:03
| 2026-01-12 02:59
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:32










































