Ucapkan Selamat Natal 2025, Prabowo Ajak Doakan Warga Terdampak Bencana Sumatera

2026-01-15 09:32:24
Ucapkan Selamat Natal 2025, Prabowo Ajak Doakan Warga Terdampak Bencana Sumatera
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal Tahun 2025 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia dan di berbagai belahan dunia.Prabowo berharap Natal 2025 membawa kasih dan kekuatan bagi semua masyarakat."Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, seluruh umat Kristiani yang saya hormati. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pemerintah dan atas nama pribadi, mengucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Air dan di manapun saudara berada. Semoga damai Natal membawa kasih, berkah pengharapan, dan kekuatan bagi kita semua," ujar Prabowo melalui sebuah video, Kamis .AdvertisementDia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana di sejumlah wilayah. Prabowo menekankan pemerintah terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak."Semoga saudara-saudara kita di tempat-tempat tersebut diberi lindungan oleh Yang Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka," terang dia."Juga marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita," sambung Prabowo.Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, perayaan Natal hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, serta meneguhkan semangat gotong royong di tengah keberagaman bangsa.Menutup ucapannya, Prabowo kembali menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh umat Kristiani serta bangsa Indonesia."Sekali lagi atas nama pemerintah dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia," tutup Prabowo. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 09:48