Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku

2026-01-16 13:25:58
Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku
DARI salah satu sudut jendela hotel di Yerusalem, kota yang secara paradoks disebut sebagai "Kota Suci tiga agama samawi", tapi hari ini dibalut oleh kawat berduri dan dihinggapi kecemasan yang tak berkesudahan, saya merasa perlu untuk menulis refleksi penting di hari Natal kali ini.Udara dingin yang menusuk tulang di tanah para nabi ini seolah membawa pesan penting yang harus saya sampaikan kepada Tanah Air yang saya cintai.Di sini, sepanjang pengamatan saya, Natal sudah bukan lagi sekadar ornamen lampu warna-warni atau diskon-diskon di berbagai pusat perbelanjaan.Di sini, Natal sudah bertransformasi menjadi penantian yang sangat panjang atas ujung waktu kapan berakhirnya deru mesin perang.Sebagai seorang pengamat sosial-politik aktif tanah air, yang kebetulan kali ini mengamati dari jarak jauh, berada di episentrum konflik Palestina dan Israel memberikan perspektif yang berbeda tentang apa arti "damai" yang sesungguhnya.Kita tentu sepakat bahwa dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Dunia sedang “gelagapan dan grogi” karena demam geopolitik yang kian tak pasti kapan akan sembuhnya.Jika kita melayangkan pandangan lebih jauh dari tembok-tembok Yerusalem, kita akan melihat Sudan yang terkoyak oleh ambisi dua kubu militer yang berseteru sejak beberapa tahun lalu, menyisakan jutaan orang dalam kelaparan dan ketidakpastian.Di hamparan Eropa Timur, perang antara Rusia dan Ukraina juga tak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir dengan cara yang baik.Baca juga: Natal di Tengah Dunia yang RapuhPerang Rusia-Ukraina telah mengubah ladang gandum menjadi ladang ranjau, lalu ikut mengguncang ketahanan pangan serta energi global.Bahkan di kawasan yang lebih dekat dengan tanah air kita, ketegangan historis antara Thailand dan Kamboja, hingga rivalitas raksasa antara Amerika Serikat dan China di Indo-Pasifik yang terus mendorong terciptanya bipolaritas baru, semuanya menggambarkan betapa rapuhnya tatanan dunia yang kita tinggali.Geopolitik pelan-pelan berubah menjadi permainan catur yang penuh dengan pengorbanan, di mana manusia seringkali hanya dianggap sebagai angka-angka dalam data statistik.Namun, di tengah hiruk-pikuk api yang menyala di berbagai belahan dunia tersebut, pikiran saya terbang kembali ke tanah air, Indonesia.Harus diakui, Indonesia saat ini sedang bergulat dengan beban yang tidak sedikit di satu sisi dan tak mudah di sisi lain.Masalah ekonomi yang menghimpit masyarakat kebanyakan, fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terus membebani dapur keluarga, hingga rentetan bencana alam yang silih berganti menghantam dari satu pulau ke pulau lain, menjadi realitas yang pahit untuk dicerna.Dengan kata lain, kita merayakan Natal tahun ini di bawah bayang-bayang kesulitan yang secara pelan-pelan berubah menjadi beban nyata.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hotel bintang lima di Jakarta ini menawarkan promo bersantap malam (dinner) dan menginap spesial Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Tersedia promo buffet makan malam Natal 24 Desember 2025 dan Hari Natal 25 Desember 2025 dengan harga Rp 450.000 per orang.Ada menu family set dengan minimum jumlah lima orang tamu. Kami bisa buatkan family set dadri appetizer sampai dessert, kata Anton ketika ditemui Kompas.com usai acara Christmas Tree Lighting Ceremony di Hotel Sultan, Jumat malam.Baca juga: Pilihan Hotel Strategis di Malaysia, Bisa Jalan Kaki ke Bukit Bintang dan KLCCSelanjutnya, promo menginap di Hotel Sultan dibanderol mulai Rp 2,7 juta net per malam. Tarif ini berlaku untuk tipe kamar Deluxe dan sudah termasuk sarapan untuk dua orang.Bila ingin menikmati paket menginap, sarapan, dan Gala Dinner di Kudus Hall Hotel Sultan untuk dua orang, tamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 3,8 jutaan per malam.Ada potongan harga 15 persen untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 16 Desember 2025. Setelah itu, harganya normal, pungkas AntonBagi pengunjung yang ingin bersantap malam sambil menghitung mundur kemeriahan malam tahun baru tanpa menginap, tersedia opsi Gala Dinner di Kudus Hall seharga Rp 750.000 net per orang.Baca juga: Deretan Hotel Peraih Michelin Key 2025 di Asia, Ada dari IndonesiaHotel Sultan atau The Sultan Hotel & Residence Jakarta termasuk hotel mewah pada zamannya. Hotel bintang lima ini berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.Anton menyebut, Hotel Sultan merupakan hotel terbesar di Jakarta dengan luas area sekitar 13,5 hektare. Saat ini, terdapat 708 kamar di Hotel Sultan dengan delapan tipe, yakni Deluxe Room, Grand Deluxe, Premiere Deluxe, Executive Room, Garden Suite, Garden Alcove, Lagoon Suite, dan Presidential Suite.Tarif menginap di Hotel Sultan berkisar Rp 1,4 jutaan per malam untuk Deluxe Room hingga Rp 125 jutaan per malam untuk tipe Presidential Suite dengan luas kamar 800 meter persegi.Selain kamar hotel, Hotel Sultan juga menawarkan akomodasi lain (residence) yang terdiri dari apartemen dengan dua dan tiga kamar.Tarifnya berkisar mulai Rp 2,8 jutaan per malam. Akomodasi ini dilengkapi dengan fasilitas berupa kolam renang dan pusat kebugaran terpisah dari hotel.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

| 2026-01-16 11:31