MANAMPITIYA, - Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka yang dipicu oleh Siklon Ditwah, meningkat tajam menjadi 334 orang pada Minggu , menurut keterangan resmi Pusat Manajemen Bencana (DMC).Bencana ini disebut yang paling mematikan dalam lebih dari 20 tahun di Sri Lanka.Pihak berwenang mengatakan, skala kerusakan terparah baru mulai terlihat di wilayah tengah negara itu, setelah akses jalan yang tertutup longsor dan pohon tumbang berhasil dibuka.Baca juga: Banjir di Sri Lanka Tewaskan 123 Orang, Pemerintah Minta Bantuan InternasionalDMC melaporkan, jumlah korban tewas naik signifikan dari sebelumnya 212 orang dalam sepekan terakhir.Sementara itu menurut laporan kantor berita AFP, hampir 400 orang masih hilang dan lebih dari 1,3 juta warga terdampak langsung oleh rekor hujan deras.Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana.Dalam pidatonya, ia menyebut bencana ini ujian terbesar dalam sejarah modern negara tersebut."Kita menghadapi bencana alam terbesar dan paling menantang dalam sejarah kita," kata Dissanayake."Tentu saja, kita akan membangun negara yang lebih baik dari sebelumnya."Baca juga: PM Thailand Akui Pemerintah Gagal Tanggapi Banjir, Korban Tewas Capai 162 OrangAFP/ISHARA S KODIKARA Seorang pria berdiri di dalam rumahnya yang sebagian terendam banjir setelah hujan deras di Kaduwela di pinggiran Colombo, Sri Lanka, pada 28 November 2025. Banjir ini menjadi yang paling mematikan sejak peristiwa serupa pada Juni 2003, saat 254 orang tewas akibat bencana hidrometeorologi di Sri Lanka.Meski curah hujan mulai mereda, wilayah dataran rendah di ibu kota Colombo masih terendam air.Pemerintah pun bersiap melakukan operasi bantuan skala besar untuk para korban banjir-longsor Sri Lanka.Ketinggian air di sejumlah wilayah ibu kota diperkirakan butuh waktu setidaknya satu hari untuk surut. Siklon Ditwah bergerak ke arah India sejak Sabtu .Meski korban luka tidak terlalu banyak, Layanan Transfusi Darah Nasional memperingatkan bahwa stok darah terbatas.Organisasi Penelitian Bangunan Nasional mengingatkan adanya risiko tanah longsor susulan karena kondisi lereng gunung masih jenuh akibat guyuran hujan di Sri Lanka.Baca juga: Demo di Filipina, Warga Desak Hukum Tegas untuk Koruptor Proyek Banjir
(prf/ega)
Banjir-Longsor Sri Lanka Tewaskan 334 Orang, Terparah dalam 20 Tahun
2026-01-12 07:25:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:40
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:45
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:09










































