Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan, Kumpulkan Data Saat Reses

2026-01-17 03:19:51
Komisi IV DPR Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan, Kumpulkan Data Saat Reses
JAKARTA, - Komisi IV DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) Alih Fungsi Lahan untuk membahas lebih jauh persoalan pembukaan lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab bencana di Sumatera.Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengungkap panja tersebut sudah dibentuk pada 8 Desember 2025, sebagai tindak lanjut saat rapat bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, beberapa waktu sebelumnya."Sebagai wujud pelaksanaan kesimpulan rapat dengan Menhut tentang panja alih fungsi lahan maka Komisi IV dalam rapat internal pada Senin 8 Desember telah membentuk panja tersebut," ujar Alex saat dihubungi, Rabu . Setelah panja terbentuk, masing-masing fraksi akan menugaskan anggota-anggotanya di Komisi IV DPR untuk bertugas ke panja tersebut.Baca juga: Komisi IV DPR RI Bakal Bentuk Panja Alih Fungsi Lahan, Usut Banjir-Longsor di SumateraNamun dikarenakan DPR RI sudah masuk masa reses sejak Selasa kemarin, maka jajaran Komisi IV DPR akan fokus untuk mengumpulkan data lebih dahulu.Jika sudah masuk masa sidang, Panja Alih Fungsi Lahan akan melakukan rapat dan pembahasan lebih lanjut."Sehubungan saat ini sedang reses maka momen ini dipakai oleh komisi untuk mengumpulkan data-data terkait sebagai bahan untuk menyusun kegiatan panja," sambung dia.Sebelumnya diberitakan, pembentukan panja Komisi IV DPR ini menyusul terjadinya banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang disinyalir diperparah oleh kerusakan lingkungan, akibat alih fungsi lahan.Baca juga: Zulhas Bantah Kasih Izin 1,6 Juta Hektar Lahan Hutan buat Kebun SawitKetua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto sebelumnya mengatakan panja dibentuk agar ada pembahasan lebih mendalam mengenai apa saja yang boleh, dan tidak boleh dilakukan terkait alih fungsi lahan di wilayah yang rawan bencana.“Kami juga dari Komisi IV akan membentuk Panja (Panitia Kerja) Alih Fungsi Lahan. Jadi untuk supaya bisa membahas lebih lanjut lagi apa-apa ke depannya yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” kata Titiek.Titiek menekankan, pembahasan Panja Alih Fungsi Lahan akan dimulai pada masa sidang DPR berikutnya setelah masa reses.Hal ini mengingat masa sidang tahun ini tinggal tersisa sekitar satu pekan.“Nanti, nanti setelah kita... ini kan sebentar lagi kita hanya waktu kita tinggal satu minggu lagi untuk habis itu reses. Ke depan, begitu buka masa sidang baru, kami akan mulai,” jelas Titiek.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-17 02:24