Tarif PPN 2026 Belum Jelas, Purbaya Tunggu Sinyal Pertumbuhan Ekonomi

2026-01-13 06:51:54
Tarif PPN 2026 Belum Jelas, Purbaya Tunggu Sinyal Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah hingga kini belum menetapkan rencana penyesuaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk 2026.Menurut Purbaya, kebijakan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, salah satunya dengan melihat kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.“Belum ada sampai sekarang. Kita lihat bagaimana ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat atau nggak,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin dikutip dari Antara.Baca juga: Pemerintah Tunjuk Notion hingga Roblox Jadi Pemungut PPNPurbaya menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi sebelum melihat capaian pertumbuhan ekonomi secara konkret.Apabila pertumbuhan ekonomi mampu menembus angka di atas 6 persen, pemerintah dinilai memiliki ruang fiskal yang lebih luas dalam mengelola kebijakan PPN.Dalam kondisi tersebut, opsi penyesuaian tarif PPN dapat dilakukan secara lebih fleksibel. Menurut Purbaya, PPN bisa saja dinaikkan atau bahkan diturunkan sesuai dengan kebutuhan ekonomi.“Kalau di atas 6 persen sih, mestinya ada ruang untuk mengolah kebijakan PPN. Bisa naik, bisa turun, jadi nggak nebak ya. Kalau nggak menurunkan, menaikkan,” ujarnya pula.Baca juga: 2025 Akan Berakhir, Purbaya Kebut Penerimaan PajakSebelumnya, pada Oktober lalu, Purbaya menyebut akan mengkaji ulang peluang penurunan tarif PPN. Alasannya, setiap penurunan tarif PPN sebesar 1 persen berpotensi menyebabkan kehilangan penerimaan negara hingga Rp 70 triliun.Untuk saat ini, Purbaya mengaku lebih berfokus pada perbaikan sistem penerimaan pendapatan negara, baik melalui pajak maupun bea dan cukai.Sebagai Bendahara Negara, Purbaya akan memantau perkembangan penerimaan setelah perbaikan sistem hingga triwulan II-2026. Setidaknya, pada akhir triwulan I, ia akan kembali mengevaluasi rencana penyesuaian tarif PPN.Baca juga: Temukan Banyak Ketidaksesuaian Data SPT, Bos Ditjen Pajak Panggil Para Crazy Rich“Mungkin akhir triwulan pertama saya sudah lihat. Dari situ, saya bisa ukur sebetulnya potensi saya berapa sih yang riil. Nanti kalau saya hitung, kurangnya berapa, dampak pertumbuhan ekonominya berapa,” ujarnya pula.Purbaya menyatakan rencana tersebut sudah tertuang secara hitam dan putih di atas kertas. Namun demikian, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam mengeksekusi kebijakan sebagai Menteri Keuangan.


(prf/ega)