Semeru Kembali Erupsi, Puan Minta Prioritaskan Keamanan Warga & Pendaki

2026-01-13 07:26:36
Semeru Kembali Erupsi, Puan Minta Prioritaskan Keamanan Warga & Pendaki
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Ia pun meminta Pemerintah dan tim SAR agar memprioritaskan keamanan dan keselamatan warga dalam penanganan bencana."Keselamatan dan keamanan warga harus menjadi prioritas. Termasuk bagi pendaki yang sempat terjebak saat erupsi Semeru," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).Seperti diketahui, Gunung Semeru kembali meletus pada Rabu (19/11) siang dan masih menyisakan gempa guguran lava hingga saat ini. Erupsi Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG) hingga 13 km dan mengakibatkan peningkatan status menjadi Level IV (Awas).Puan pun meminta seluruh aktivitas masyarakat di zona berbahaya, terutama di wilayah aliran Besuk Kobokan, segera dihentikan. "Kami meminta pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan evakuasi berlangsung cepat, terarah, dan berlandaskan pada rekomendasi PVMBG," tuturnya.Puan menjelaskan evakuasi penyelamatan warga harus dilakukan secara terukur. Apalagi saat erupsi kemarin, warga yang tinggal di sekitar lereng Semeru sempat panik."Pastikan tak ada warga di sekitar lereng Semeru yang tertinggal untuk dievakuasi. Semua warga harus diselamatkan," papar Puan.Tekankan Keselamatan dalam Penyelamatan PendakiIa juga menyoroti keberadaan para pendaki yang masih tertahan di kawasan Semeru. Puan meminta agar proses penyelamatan para pendaki dilakukan dengan pengamanan maksimal dan koordinasi penuh di lapangan."Mengingat potensi bahaya lanjutan, jalur pendakian dan area wisata di sekitar Semeru sebaiknya memang ditutup sementara secara disiplin," katanya..Sebagai informasi, sebanyak 178 orang pendaki sempat terjebak di Ranu Kumbolo saat Semeru erupsi. Pendakian memang masih dibuka pada Rabu pagi karena radius aman saat itu masih berada di kisaran 5-8 kilometer.Para pendaki tidak dapat langsung turun karena jalur licin, gelap, dan rawan longsor sehingga petugas memutuskan menahan seluruh pendaki untuk bermalam demi menghindari risiko besar selama perjalanan turun.Pasca erupsi Semeru, semua pendaki yang sempat terjebak di Ranu Kumbolo dipastikan berada dalam kondisi aman dan tidak terkena awan panas. Pasalnya, arah guguran awan panas Semeru mengarah ke Gladak Perak sehingga Ranu Kumbolo relatif aman tanpa abu vulkanik.Saat ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah menutup semua aktivitas pendakian termasuk jalur Ranu Kumbolo sebagai langkah mitigasi setelah PVMBG menaikkan status Semeru menjadi Level IV atau Awas. Hal ini dikarenakan potensi bahaya erupsi masih sangat tinggi dan zona sektoral 20 km arah selatan-tenggara dinyatakan berisiko besar.Puan berharap keputusan ini dipatuhi semua pihak demi mencegah korban jiwa. "Semeru adalah anugerah alam yang indah, namun keselamatan manusia tetap yang utama," papar Puan.Di sisi lain, Puan menekankan pentingnya perlindungan bagi warga di pengungsian. "Pemerintah daerah harus memastikan lokasi pengungsian benar-benar aman dan layak. Mulai dari logistik, air bersih, layanan kesehatan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas," sambungnya.Tak lupa, Puan mengingatkan agar informasi resmi dari pemerintah disampaikan secara jelas, cepat, dan tidak tumpang tindih. Dengan begitu, masyarakat tidak terjebak pada rumor atau informasi keliru."Dan koordinasi lintas lembaga harus lebih sigap. Penting sekali adanya respons terpadu antara BNPB, PVMBG, TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga relawan," ucap Puan."Karena ketika aktivitas vulkanik meningkat drastis, setiap menit sangat berarti, sehingga koordinasi harus berjalan tanpa hambatan administratif maupun teknis. Maka dalam situasi seperti ini, sinergi antarinstansi bukan hanya penting, tetapi wajib," imbuhnya.Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya penguatan mitigasi jangka panjang. Selain penanganan darurat, ia menilai erupsi Semeru harus menjadi momentum memperkuat sistem mitigasi bencana gunung api."Termasuk peningkatan edukasi publik, penataan kawasan rawan, serta penyempurnaan sistem peringatan dini agar masyarakat dapat bereaksi lebih cepat pada kejadian berikutnya," jelasnya.Puan juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. "Jangan memasuki zona berbahaya sebelum dinyatakan aman. Pastikan memperhatikan keamanan diri dan keluarga," pungkas Puan.Tonton juga video "DPR Minta Basarnas Gerak Cepat Evakuasi Pendaki Terjebak di Semeru"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 07:34