WASHINGTON DC, - Amerika Serikat (AS) kembali menambah kekuatan militernya di kawasan Karibia dekat Venezuela.The Wall Street Journal melaporkan, Washington mengerahkan pasukan khusus dan pesawat operasi khusus.Media tersebut melaporkan bahwa pengerahan terbaru mencakup aset militer dalam jumlah besar, sebagaimana dilansir The Independent, Kamis .Baca juga: Venezuela Sahkan Undang-undang Baru, Pendukung Blokade Minyak AS Bisa Dipenjara 20 TahunSedikitnya 10 unit pesawat Osprey, yang biasa digunakan pasukan operasi khusus AS, termasuk dalam pengerahan tersebut.Komando Selatan AS atau US Southern Command menolak memberikan komentar terkait penempatan pasukan itu.Pengerahan pasukan khusus itu terjadi seiring niat Presiden AS Donald Trump yang ingin menargetkan jaringan perdagangan narkoba di Venezuela melalui darat.Akan tetapi, Trump tidak secara eksplisit menyebut bahwa pengerahan kekuatan di lepas pantai Venezuela bertujuan memaksa pemerintah Venezuela lengser dari kekuasaan.Baca juga: Rusia Turun Tangan Dukung Venezuela Hadapi Blokade Maritim ASSebelumnya, Trump juga mengungkapkan rencana pembangunan kapal perang baru bernama "kelas Trump" dari Palm Beach, Florida, pada Senin .Dalam pengumuman tersebut, Trump didampingi sejumlah pejabat kabinet utamanya, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth.Trump menegaskan bahwa AS akan terus menyerang kapal-kapal kecil yang disebutnya membawa narkoba dengan kekuatan militer.Presiden AS itu juga menyatakan pemerintahannya akan meningkatkan pencegatan terhadap kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela yang diduga melanggar sanksi.Puluhan kapal di perairan Venezuela disebut sebagai bagian dari shadow fleet, armada bayangan yang membantu Caracas menghindari sanksi AS dengan mengangkut minyak sambil menyamarkan data lokasi.Baca juga: Lagi, AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Disebut Bawa 1,8 Juta BarelPemerintahan Trump kerap menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengendalikan kartel narkoba Cartel de los Soles, jaringan perdagangan narkoba yang diduga melibatkan pejabat tinggi dan petinggi militer Venezuela.Selama berbulan-bulan, AS juga sudah melancarkan serangkaian serangan militer di sekitar wilayah Venezuela dengan dalih menargetkan kapal-kapal pengangkut narkoba.Serangan tersebut dikecam Maduro dan sejumlah pemimpin kawasan sebagai tindakan ilegal.Maduro juga menegaskan AS berupaya menggulingkannya dan mengancam akan melancarkan perang gerilya jika Venezuela diserang.Akan tetapi, Gedung Putih dan Pentagon dinilai kerap menghindari jawaban tegas terkait kemungkinan perang terbuka dengan Venezuela, meski jumlah korban tewas dilaporkan telah melampaui 100 orang.Baca juga: Lagi, AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Disebut Bawa 1,8 Juta Barel
(prf/ega)
Siaga Satu, AS Kerahkan Pasukan Khusus dan 10 Pesawat Osprey ke Dekat Venezuela
2026-01-11 23:31:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:10
| 2026-01-11 22:52
| 2026-01-11 22:12
| 2026-01-11 21:34
| 2026-01-11 21:27










































