Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

2026-01-11 23:58:59
Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional
SURABAYA, - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Prof. Rachmat Pambudy menyebut, perguruan tinggi memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.Hal tersebut diungkapkan oleh Rachmat ketika menghadiri peringatan dies natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair) di Aula Garuda Mukti, Kampus C, Surabaya, Selasa .Rachmat mengajak sivitas akademika untuk melihat posisi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional, yakni dengan berkontribusi melalui riset, inovasi, dan karakter.“Ketika kita berbicara tentang masa depan pendidikan tinggi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa,” kata Rachmat di depan sivitas akademika Unair, Selasa .Baca juga: Temui Menteri PPN, Bupati TRK Usulkan Rencana Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi di Nagan RayaRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sampai 2026, berfokus di peningkatan akses, relevansi kurikulum, mutu pembelajaran, serta penguatan riset dan inovasi.Dengan demikian, kata Rachmat, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Akan tetapi, masih ada beberapa tantangan yang masih perlu dijawab bersama.Baca juga: Gubernur Sherly Bertemu Menteri PPN, Nyatakan Maluku Utara Siap Masuk Dalam Arsitektur Pembangunan Nasional“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, ada lebih dari 320.000 dosen, 8.000 peneliti, dan 9 juta mahasiswa yang setiap tahunnya, menghasilkan riset serta inovasi," jelasnya."Tantangan kita adalah bagaimana mengorkestrasi seluruh potensi besar ini agar ilmu dan inovasi benar-benar menyentuh kebutuhan pembangunan,” tambahnya.Rachmat mencontohkan, Unair yang mengembangkan inovasi di bidang strategis. Lalu, kampus itu bekerja sama dengan RSUD Dr Soetomo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).Dia merinci, dalam bidang klinis Unair mengeluarkan vaksin dan alat untuk mendeteksi stunting. Sedangkan, bagi ekonomi biru ada teknologi akuakultur berbasis IoT.“Unair menunjukkan bagaimana riset dapat diterjemahkan menjadi kebermanfaatan. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi kontribusi langsung bagi pembangunan,” ucapnya.Oleh karena itu, Rachmat berharap, perguruan tinggi lainnya untuk meniru dalam pengembangan inovasi dengan tujuan terwujudnya Indonesia Emas 2045 mendatang.


(prf/ega)