Menerka Strategi Budi Arie: Gelendotan ke Prabowo, Bawa Pengaruh Jokowi

2026-01-12 00:27:36
Menerka Strategi Budi Arie: Gelendotan ke Prabowo, Bawa Pengaruh Jokowi
JAKARTA, - Projo, organisasi relawan yang lekat dengan Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), tak hanya dekat secara nama, tapi logo Projo sendiri pun hadir dengan siluet wajah Jokowi.Organisasi ini pun lahir dari perjuangan Jokowi menjadi RI 1 pada 2014 silam.Pada Kongres perdana di tahun 2013, Projo dibidani Budi Arie Setiadi, dan beberapa aktivis 1998 yang juga dekat dengan kader PDI-Perjuangan.Namun dalam Kongres III Projo yang diselenggarakan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu kedekatan yang sudah terjalin selama satu dekade lebih itu seolah goyah.Logo siluet wajah Jokowi akan dihilangkan, nama anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka tak ada dalam agenda Projo untuk Pemilu 2029.Cerminan itu terlihat dalam hasil kongres Projo yang dibacakan oleh Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik."Ketetapan Kongres III Projo nomor 04/Kongres/3/XI/2025 tentang resolusi kongres III Projo. Memperhatikan hasil sidang komisi politik kongres III Projo, memutuskan hasil resolusi Kongres III Projo," kata Freddy.Baca juga: Budi Arie Ungkap Hubungannya dengan Jokowi, Usai Nyatakan Bakal Ubah Logo Projo"Pertama, mendukung dan memperkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran. Kedua, mendukung dan memperkuat agenda politik Presiden Prabowo dan menyukseskan Presiden Prabowo pada 2029. Ketiga, Projo melakukan transformasi organisasi dalam menjawab tantangan dan perubahan situasi nasional. Keempat, Projo mendorong politik persatuan nasional. Kelima, Projo membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045." sambung Freddy.Lantas apa yang sebenarnya terjadi pada Projo? mengapa seolah menghindari stigma dukungan kepada Jokowi dan entitas yang mengikutinya?Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengatakan, keputusan kongres kali ini tak sekadar menjadi sikap organisasi relawan tersebut, tetapi menjadi langkah transformasi dari Projo yang dianggap sebagai singkatan Pro Jokowi, menjadi Projo, yang lebih dekat dengan Prabowo Jo (Prabowo Saja) dalam bahasa Manado."Begini, transformasi itu adalah keniscayaan, transformasi Projo adalah keniscayaan Karena memang kesejarahan Projo itu adalah Lahir untuk mendukung pemerintahan atau pemimpin rakyat yang ada dalam diri Pak Jokowi," kata Budi Arie kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Budi Arie Ingin Cepat Masuk Gerindra dan Klaim Diajak Langsung PrabowoDia menegaskan kembali, Projo bukan saja pendukung Jokowi, tetapi pendukung pemimpin rakyat yang ada di dalam Jokowi.Perubahan logo juga menjadi langkah transformasi tersebut, Budi Arie mengatakan, Projo mengambil langkah pergantian siluet wajah Jokowi sebagai langkah adaptif.Projo, kata dia, harus menyesuaikan dengan zaman. Dia malah mempertanyakan mengapa organisasi lain yang logonya berubah tidak dipermasalahkan, sedangkan Projo yang hanya menghilangkan siluet Jokowi tanpa merubah nama organisasi justru diperdebatkan?"Kenapa sih kalau yang lain-lain diubah nggak heboh kok Projo heboh?" protesnya./ADHYASTA DIRGANTARA Ketum Projo Budi Arie Setiadi saat ditemui di Kongres ke-3 Projo, Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu . Dia kemudian mengulang penjelasan arti kata Projo sebenarnya.Projo dalam bahasa sansekerta dinilai memiliki arti negeri, dalam bahasa Jawa Kawi artinya rakyat.Sebab itu, Projo bisa diartikan sebagai perkumpulan orang yang mencintai rakyat.Nilai mencintai rakyat dan mencintai negeri dinilai Budi Arie sebagai sifat dan nilai yang dimiliki oleh Jokowi.


(prf/ega)