Bintang Lubis Masih Menunggu Jasad Keponakan yang Hilang 15 Hari Usai Longsor di Sibolga

2026-01-12 03:52:33
Bintang Lubis Masih Menunggu Jasad Keponakan yang Hilang 15 Hari Usai Longsor di Sibolga
– Dua pekan pascabencana banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, seorang warga bernama Bintang Lubis masih bertahan di lokasi bencana untuk menunggu ditemukannya jasad keponakannya, Sofia Anggraini (12), yang belum ditemukan sejak longsor terjadi pada Selasa, 25 November 2025.Longsor tersebut menewaskan adik Bintang, Elvi Syahrida (45), serta seorang keponakannya. Hingga kini, jasad sang keponakan belum berhasil ditemukan tim SAR gabungan.Pada Selasa , Bintang terlihat duduk di atas tanah di depan sisa rumah keluarga yang kini rata dengan tanah, tepat di belakang Masjid Budi Sehati, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.Ia terus memandangi area pencarian sambil berharap keluarganya dapat ditemukan untuk dimakamkan secara layak.“Saat ini sedang pencarian keponakan saya yang tertimbun longsor. Sudah 15 hari pencarian, belum ditemukan,” ujar Bintang Lubis.Baca juga: Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta MaafProses pencarian korban longsor di Sibolga hingga hari ke-15 masih terkendala faktor lokasi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan relawan hanya dapat melakukan pencarian secara manual karena gang menuju titik longsor sangat sempit.Pantauan di lokasi, petugas menyiram area titik dugaan korban tertimbun dengan air dari mobil pemadam kebakaran, kemudian menggali dan mengoreknya secara perlahan.Menurut Bintang Lubis, kejadian tragis itu terjadi ketika adik dan kedua keponakannya sedang membungkus kerupuk dagangan sambil menikmati buah durian di rumah mereka.Tiba-tiba, bukit di belakang rumah mereka runtuh dan langsung menimpa bangunan.Satu keponakan laki-laki berhasil selamat. Namun saat berupaya menolong ibu dan adiknya, longsor susulan terjadi hingga membuat kakinya terjepit pintu dan patah. Elvi serta Sofia tidak terselamatkan.“Mereka sedang membungkus kerupuk sambil makan durian. Tiba-tiba datang longsor dan tidak bisa menyelamatkan diri,” kata Bintang.“Keponakan saya yang laki-laki sempat mau menyelamatkan adik dan ibunya, tetapi kakinya terjepit pintu hingga patah,” ujarnya menambahkan.Baca juga: Dilanda Hujan Deras, Upaya Cari Korban Longsor Sibolga lewat Anjing Pelacak TerhentiSelain Bintang, seorang warga lain bernama Syahlul Daulay (70) juga masih diliputi trauma berat akibat longsor Sibolga. Syahlul terlihat duduk termenung di depan ruko di Jalan Sisingamangaraja, tidak jauh dari lokasi longsor.Syahlul yang mengalami strok ringan sering memegang tangan kanannya sambil mengenang peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya dan keluarga.Ia kemudian mengajak reporter melihat kondisi rumahnya yang rusak, berada di gang sempit penuh lumpur di belakang Masjid Budi Sehati.


(prf/ega)