- Tahun 2025 diwarnai meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia.Mulai dari perang berkepanjangan seperti Rusia–Ukraina dan Palestina–Israel, hingga potensi konflik baru akibat perebutan wilayah, sumber daya, serta pengaruh politik, seperti ketegangan China–Taiwan dan sengketa terbaru yang melibatkan Jepang.Di tengah berubahnya aliansi global, perlombaan persenjataan, serta menguatnya pengaruh kekuatan regional, sejumlah analis menilai periode 2025–2026 dapat menjadi titik krusial bagi arah keamanan dunia.Lantas, bagaimana konflik-konflik sepanjang 2025 ini memengaruhi kemungkinan eskalasi atau deeskalasi pada 2026?Baca juga: Putin Siap Ladeni Eropa Jika Perang Pecah, Intelijen Ungkap Rusia Akan Serang NATO 2029Untuk diketahui, berikut adalah deretan konflik terbesar yang membentuk dinamika geopolitik tahun 2025 sekaligus memberi gambaran arah eskalasinya menuju 2026:Invasi Rusia ke Ukraina terus memakan korban besar sepanjang 2025. Berbagai sumber memperkirakan kerugian pasukan Rusia mencapai 200.000–285.000 jiwa hingga pertengahan Oktober 2025.Minimnya data resmi dari Kremlin membuat angka pasti sulit dipastikan, sementara intensitas serangan menunjukkan perang belum mereda.Sebagaimana dilansir World Population Review, Ukraina juga kehilangan lebih dari 81.000 personel militer dan warga sipil pada 2024–2025.Jutaan warga mengungsi, disertai deportasi tawanan perang ke Rusia, membuat penelusuran korban secara akurat hampir mustahil.Baca juga: Netflix Terdepan dalam Perang Akuisisi Warner Bros, Siap Menang?Konflik Israel dan Gaza yang kembali memuncak sejak Oktober 2023 terus membawa dampak menghancurkan.ACLED memperkirakan 21.417 korban jiwa pada Agustus 2024–Agustus 2025, menjadikannya salah satu konflik paling mematikan.Serangan udara, pertempuran darat, dan blokade bantuan memicu gelombang pengungsian serta melumpuhkan layanan dasar.Kerusakan luas pada fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur membuat PBB menyebut situasi kemanusiaan di Gaza sebagai bencana besar.Perang saudara Myanmar yang telah berlangsung sejak 1948 kembali memasuki fase paling mematikan setelah kudeta militer 2021 memicu gelombang kekerasan baru.Meski sempat mereda selama periode reformasi 2011–2021, bentrokan antara militer dan berbagai kelompok etnis kembali meningkat tajam.
(prf/ega)
Daftar Konflik Global 2025 dan Ancaman Eskalasi Menuju 2026, Apa Saja?
2026-01-12 06:06:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:49
| 2026-01-12 06:04
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 05:00










































