Terobos Desa Terisolasi Banjir, Bupati Ayahwa Sewa Alat Berat Swasta

2026-01-12 04:02:54
Terobos Desa Terisolasi Banjir, Bupati Ayahwa Sewa Alat Berat Swasta
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyewa satu alat berat excavator untuk membuka akses 23 desa terisolasi di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Minggu .Langkah itu diambil karena seluruh alat berat pemerintah terendam banjir sehingga tidak ada yang bisa digunakan.Kawasan itu paling parah terendam banjir di Kabupaten Aceh Utara dan hingga kini masih terisolasi.Pemerintah berusaha menerobos lokasi itu untuk mengakses warga yang mengungsi dan pencarian korban meninggal dunia. Baca juga: Drama Penyelamatan di Aceh Tengah: Aktivis Lingkungan Tempuh Perjalanan 2 Hari 3 Malam“Hari ini kami mulai gerakkan alat berat milik swasta karena tidak bisa masuk ke Langkahan. Di sana sangat terisolasi. Pohon tumbang dan rumah yang roboh di badan jalan kita geser semua, agar kita bisa masuk membawa bantuan,” ujar pria yang akrab disapa Ayahwa itu. Dia menyebutkan, tim dengan speedboat berusaha menerobos kawasan Langkahan. Namun arus deras menyulitkan tim masuk ke pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu.“23 desa di Langkahan itu masih terisolasi. Bantuan sudah ada, namun tertahan akses jalan yang tak bisa dilewati. Hari ini kami usahakan terobos bisa masuk ke Langkahan,” sebut Ayahwa. Sebelumnya diberitakan banjir merendam sembilan kabupaten/kota di Aceh.Memasuki hari kesembilan, sejumlah lokasi masih terisolasi. Ratusan orang meninggal dunia dan kini masih dalam pencarian.Baca juga: Korban Banjir Aceh Timur: Kami Mulai Kelaparan, Terkurung…Selain itu, di Posko Masjid Raya Pase, di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, dipasang satu internet starlink. Internet itu bisa digunakan warga secara gratis. “Bagi warga kecamatan lain yang ingin menggunakan jaringan internet starlink itu silakan ke posko itu, untuk menghubungi keluarga dan sanak saudara yang khawatir tentang keberadaan kita.""Internet, listrik dan sinyal handphone belum pulih secara menyeluruh,” pungkas Ayahwa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-12 04:16