SOLO, - Dugaan penggunaan bahan non-halal di Warung Bakso Remaja Gading yang terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, mencuat setelah inspeksi mendadak (sidak) oleh Tim Pangan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.Dalam sidak tersebut, penjual mengakui penggunaan bahan non-halal, tetapi tidak mencantumkan keterangan tersebut di lapaknya.Didik menambahkan bahwa penjual tidak dapat membedakan antara bahan halal dan non-halal, sehingga tidak bisa menunjukkan sertifikasi halal dan surat izin usaha.Baca juga: Warung Bakso di Solo Ditutup Sementara karena Diduga Gunakan Bahan Non-halalAkibatnya, penutupan sementara warung tersebut diberlakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium mengenai status kehalalan bahan yang digunakan.“Hari ini kami perintahkan untuk menutup sementara sampai hasil uji laboratorium keluar. Nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada pemilik,” jelas Didik.Ia menegaskan, jika terbukti non-halal, maka harus ada keterangan yang jelas dan tidak boleh diklaim sebagai produk halal.Sebagai langkah lanjutan, Satpol PP juga menurunkan spanduk Warung Bakso Remaja Gading.Didik mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli makanan, terutama yang belum memiliki sertifikat halal.Baca juga: Polemik Warung Bakso Babi di Bantul, Pemprov DIY Ungkap Aturan soal Makanan Halal“Kalau tidak ada sertifikasi halal, tentu kehalalannya patut dipertanyakan. Kalau menemukan hal semacam ini, masyarakat sebaiknya segera melapor kepada petugas,” tambahnya.Didik menegaskan bahwa jika pemilik warung tidak mengindahkan penutupan sementara tersebut, Satpol PP tidak akan ragu untuk memberikan sanksi tegas. "Apabila peringatan ini tidak diindahkan, maka usaha bisa kami hentikan secara permanen," tegasnya.Di sisi lain, Thirthania Laura Damayanthie (22), anak pemilik warung, menegaskan bahwa semua bahan baku yang digunakan dalam usaha keluarganya adalah halal.“Sebenarnya bakso kita itu halal. Tapi waktu Bapak saya diwawancarai, beliau bingung antara halal dan non-halal, jadi salah jawab. Padahal semua bahannya halal, tidak ada yang pakai babi atau bahan sejenis itu. Kami semua juga muslim,” jelas Thirthania.Baca juga: Sudah Jualan Sejak 1990-an, Mengapa Warung Bakso Babi di Bantul Baru Pasang Spanduk Nonhalal?Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Solo belum keluar.Pihaknya memperkirakan hasil tersebut baru akan diterima pada Jumat . “Kalau hasilnya sudah keluar, kami akan klarifikasi resmi,” ujarnya.Thirthania juga menyampaikan bahwa pihaknya belum pernah diminta untuk menyerahkan sampel bahan baku secara langsung.Namun, dari informasi yang diterima, pihak dinas sudah memiliki sampel untuk diuji di laboratorium.Baca juga: Pemilik Bakso Remaja Gading Solo Bantah Gunakan Bahan Non-halal, Sebut Ayahnya Keliru saat Diwawancarai PetugasTerkait stiker “non-halal” yang sempat ditempel di warungnya, Thirthania menyebut hal itu terjadi akibat kesalahpahaman.Keluarga berharap hasil uji laboratorium bisa segera keluar agar mereka dapat memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat dan pelanggan.“Harapannya hasil bisa cepat keluar, jadi kami bisa segera memberi tahu media dan pelanggan supaya kepercayaan bisa kembali. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1996-an,” kata Thirthania.
(prf/ega)
Kronologi Terungkapnya Dugaan Warung Bakso di Solo Pakai Bahan Non-halal
2026-01-12 05:56:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 04:07










































