JAKARTA, - TNI Angkatan Udara mendistribusikan 20 bundle bantuan logistik ke wilayah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang menggunakan payung low cost low altitude (LCLA), Selasa .Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana mengatakan, bantuan itu dibawa oleh pesawat angkut C-130J Super Hercules TNI Angkatan Udara dengan nomor registrasi A-1340.“Airdrop ini menjadi upaya lanjutan TNI AU dalam mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang masih terdampak bencana dan terkendala akses darat,” kata Suadnyana, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Total 3 Prajurit TNI Gugur Saat Evakuasi Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumbar Dia mengungkapkan, penerjunan bantuan logistik dilakukan di Drop Zone (DZ) Lapangan Bima, Kecamatan Kualasimpang, yang sebelumnya juga digunakan sebagai titik penyaluran bantuan helibox.“Pesawat memasuki area penerjunan pada ketinggian rendah untuk memastikan bundle LCLA jatuh tepat di area sasaran,” ujar dia.Pati TNI bintang satu itu mengatakan, sistem LCLA dirancang untuk memungkinkan paket bantuan dijatuhkan secara stabil dan aman dari ketinggian minimal, sehingga efektif untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.“Setiap bundle memuat kebutuhan darurat seperti bahan makanan siap konsumsi, perlengkapan tanggap bencana, dan keperluan mendesak lainnya,” ujar dia.Diberitakan sebelumnya, sebanyak 708 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Baca juga: TNI Kirim Logistik ke Tapanuli Tengah dan Medan Lewat AirdropHal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapuspedatin) BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers yang disiarkan oleh akun YouTube BNPB Indonesia pada Selasa .“Sore ini, untuk status hasil pencarian dan pertolongan secara umum, meninggal dunia 708 jiwa, hilang masih dilaporkan 499 jiwa,” kata Abdul Muhari, dikutip Kompas.com, Selasa.Ia merinci bahwa di Sumatera Utara terdapat 294 orang meninggal dunia dan 155 jiwa hilang.Wilayah yang paling terdampak adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.“Kemudian untuk Provinsi Aceh. Per hari ini, meninggal dunia 218 jiwa dan hilang masih ada di data kami itu 227 jiwa,” jelas dia.Untuk Provinsi Aceh, dalam rapat rencana operasi harian disampaikan bahwa masih ada empat kabupaten, yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang, yang masih sangat sulit diakses melalui jalur darat.Baca juga: Akses Masih Terputus, TNI AD Berpacu Buka Desa Terisolir Tapsel-SibolgaTerakhir, di Sumatera Barat, jumlah korban jiwa hingga hari ini pukul 16.00 WIB tercatat 196 orang meninggal dunia dan 117 orang masih hilang.“Untuk Provinsi Sumatera Barat, fokus utama untuk pembukaan akses ada di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang yang terdampak banjir longsor di kawasan Gunung Singgalang. Ini menjadi atensi dan fokus untuk bisa dipulihkan secepat mungkin,” tegas dia.
(prf/ega)
C-130J Super Hercules Distribusikan 20 Bundle Bantuan Logistik di Aceh Tamiang
2026-01-12 04:45:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:24
| 2026-01-12 05:13
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 03:34










































