Cegah Banjir dan Longsor, Ribuan Pohon Kaliandra Ditanam di Bangka Belitung

2026-01-12 03:55:54
Cegah Banjir dan Longsor, Ribuan Pohon Kaliandra Ditanam di Bangka Belitung
- Lahan seluas lima hektar yang dulu gersang dan sunyi, di Desa Keposang, Bangka Selatan, Bangka Belitung, kini mulai menghijau.Sebanyak 12.500 bibit pohon kaliandra ditanam untuk rehabilitasi lingkungan.Pohon yang memiliki bunga warna-warni tersebut diharapkan menjadi tameng pencegah erosi sekaligus pemanggil kawanan lebah madu.Ekosistem yang diharapkan tumbuh menjadi sumber mata pencaharian masyarakat serta menjawab degradasi lingkungan seusai aktivitas penambangan.Baca juga: Bangka Belitung Hadapi Kelangkaan BBM, Warga: Kami Antre Sebelum SPBU BukaPlt Kepala DLHK Bangka Belitung, Bambang Trisula, mengatakan bahwa penanaman ribuan pohon kaliandra merupakan bentuk investasi untuk udara yang lebih bersih dan ekosistem yang lebih sehat."Sumber energi yang lebih hijau dan masa depan yang lebih baik," kata Bambang seusai kegiatan, Sabtu .Ia juga mengingatkan perlunya perawatan berkelanjutan agar ekosistem yang telah ditanam dapat dipetik hasilnya kemudian hari."Menanam itu mudah, tetapi merawat adalah bentuk komitmen. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam memastikan keberlanjutan manfaat dari penanaman kaliandra ini," ujar Bambang.Penanaman pohon melibatkan pemerintah daerah, penyuluh kehutanan, Kelompok Tani Hutan (KTH), mahasiswa, komunitas, dan masyarakat sekitar dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Bangka Belitung.Kaliandra dipilih karena dianggap sebagai pohon energi yang mudah tumbuh di lahan kritis, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) bidang lingkungan.Baca juga: Kisah Didik Sugianto, Perintis Maggot Bangka Belitung yang Angkat Kelompok RentanGeneral Manager PLN Bangka Belitung, Ira Savitri, menegaskan bahwa aksi tanam pohon menjadi jawaban nyata PLN dalam menghadapi perubahan iklim."Selain memulihkan lahan kritis, kaliandra berpotensi mendukung penyediaan biomassa sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih," ujar Ira.Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Bangka Belitung, Anton Wahyu Utomo, menambahkan bahwa upaya pemulihan lingkungan telah menjadi gerakan berkelanjutan PLN sepanjang 2025."Diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan serta mencegah bencana ekologis seperti banjir dan longsor akibat degradasi lahan, sebuah ancaman yang turut memicu kejadian serupa di sejumlah daerah," ujar Anton.Penguatan tutupan vegetasi menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas lingkungan di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim.Sebelumnya, pada 2024, sebanyak 10.000 pohon kaliandra ditanam di Gunung Asam Belinyu.Selain itu, juga ditanam ribuan mangrove di pesisir Penyak, Bangka Tengah, guna mencegah abrasi.


(prf/ega)