JAKARTA, - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta asosiasi pelaku usaha dan para distributor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan meski masih terdampak bencana.Penjelasan itu disampaikan Budi saat dikonfirmasi terkait bagaimana Kemendag memastikan harga barang-barang di ketiga provinsi itu tidak melambung tinggi.“Kan kalau harga-harga kebutuhan pokok itu sudah ada HET-nya, ada harga acuan, ada harga eceran tertinggi,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kompleks Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Senin .“Jadi untuk produk-produk sudah ada semua. Jadi apapun kondisinya memang itu adalah harga acuan,” tegas Budi.Baca juga: Mentan Siapkan Bantuan untuk Petani-Peternak Terdampak Banjir SumateraBudi mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menggelar rapat koordinasi dengan para asosiasi, distributor, dan pemerintah daerah guna menjamin barang kebutuhan pokok tetap tersedia di pasaran meski wilayahnya terdampak bencana.Pihaknya memahami, banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar itu cukup besar dan membuat banyak infrastruktur terganggu.Meski demikian, pemerintah tetap berupaya agar kebutuhan bahan pokok itu tersedia di pasar dan bisa diakses masyarakat.Merespons arahan itu, kata Budi, asosiasi pelaku usaha dan distributor menyatakan sanggup mematuhi ketentuan pemerintah. “Untuk memastikan bahwa kebutuhan barang-barang pokok, barang-barang sehari-hari tetap terjamin,” tutur Budi.Menurut Budi, dalam rapat itu, para asosiasi pengusaha menyebut pasokan kebutuhan pokok masyarakat di ketiga provinsi itu aman.Hanya saja, kata Budi, mereka dihadapkan pada medan distribusi yang sulit. Oleh karena itu, Kemendag juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dampak persoalan distribusi itu tidak melebar.“Mereka menyampaikan sebenarnya kebutuhan atau pasokan itu di daerah sana aman, ya cuma yang perlu diperhatikan adalah bagaimana distribusinya, ya, karena kan banyak akses yang terputus,” lanjut Budi.Sebagai informasi, tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumbar, dan Sumut, dilanda banjir bandang dan tanah longsor.Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal per Minggu mencapai 442 orang dan 402 lainnya masih hilang.Sementara itu, puluhan ribu warga mengungsi karena rumah mereka luluh lantak diterjang banjir besar.Sejumlah titik dikabarkan masih terisolir karena akses jalan yang tertimbun material longsor dan banjir hingga berkilo-kilo meter. Mereka membutuhkan pasokan bahan pangan dan energi.Baca juga: Banjir Bandang dan Lubang Kebijakan Sektor Tambang
(prf/ega)
Banjir Sumatera, Mendag Minta Harga Bahan Pokok Tetap Sesuai HET
2026-01-12 06:33:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:42
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 04:29
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 04:03










































