– Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemerintah pusat akan melakukan investigasi atas temuan kayu gelondongan yang berserakan di sejumlah lokasi banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Temuan kayu dalam jumlah besar itu memicu dugaan pembalakan liar (illegal logging) sebagai salah satu pemicu banjir besar di Sumatera dalam beberapa hari terakhir.Tito mengatakan saat ini berkembang dua versi informasi. Pertama, dugaan bahwa kayu-kayu tersebut berasal dari aktivitas pembalakan liar perusahaan tertentu. Kedua, kayu-kayu itu disebut sebagai pohon lapuk yang hanyut terbawa arus banjir.“Saya jujur aja belum tahu jawabannya. Ada yang berkembang bahwa itu katanya illegal logging, ada juga yang itu katanya kayu yang sudah lapuk. Itu belum tahu,” ujar Tito dalam konferensi pers usai rapat koordinasi persiapan Nataru dan penanganan bencana, Senin .Baca juga: BERITA FOTO: Penampakan Kayu Gelondongan Selimuti Danau Singkarak di Sumbar Usai BanjirTito menegaskan pemerintah tidak ingin berspekulasi sebelum data resmi diperoleh dari aparat penegak hukum. Ia meminta masyarakat menahan diri dan menunggu hasil pemeriksaan.“Saya enggak bisa menjawab sesuatu yang saya sendiri belum lihat mendapatkan data resmi dan itu saya perlu investigasi dari aparat penegak hukum yang ada di sana. Kami enggak bisa menjawabnya dulu sekarang,” ujarnya.Kayu gelondongan dalam jumlah besar memang terlihat menumpuk di sejumlah titik banjir, termasuk di Pantai Air Tawar, Padang, pada Jumat .Foto dan video tumpukan kayu itu viral di media sosial dan memicu asumsi bahwa kerusakan hutan berperan besar dalam menambah parah banjir.Baca juga: Kemenhut: Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Pohon Lapuk dan Kemungkinan Illegal LoggingANTARA FOTO/Yudi Manar/bar Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu . Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa . ANTARA FOTO/Yudi Manar/barDugaan adanya pembalakan liar juga menjadi perhatian Komisi IV DPR. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Nasdem, Rajiv, mengatakan pihaknya akan memanggil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk meminta penjelasan resmi terkait asal-usul kayu gelondongan tersebut.“Jadi nanti akan kita kupas semua apa penyebabnya, benar enggak kayu gelondongan itu dari illegal logging atau memang pohon tumbang,” kata Rajiv, Minggu .Rajiv menilai viralnya video kayu-kayu besar terseret arus telah menimbulkan banyak asumsi. Ia meminta masyarakat lebih fokus pada penyelamatan korban banjir terlebih dahulu.“Jadi kita harap publik sabar dulu, kita fokus dulu menyelamatkan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” ujarnya.Baca juga: Kayu Gelondongan Hanyut di Banjir Sumatera, Pemerintah Diminta Selidiki Dugaan Pembalakan LiarGubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga tidak menutup kemungkinan bahwa keberadaan kayu itu terkait pembalakan liar. Namun ia menegaskan investigasi tetap diperlukan.“Ya nanti kita lihat ya,” kata Bobby saat meninjau bantuan banjir di Lanud Soewondo, Medan, Kamis .Untuk saat ini, Bobby menyebut pemerintah daerah masih memprioritaskan evakuasi warga dan penyaluran logistik.
(prf/ega)
Mendagri Tito Karnavian Minta Investigasi Soal Kayu Gelondongan yang Hanyut di Tengah Banjir Sumatera
2026-01-11 14:31:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:14
| 2026-01-11 14:08
| 2026-01-11 14:05
| 2026-01-11 12:48
| 2026-01-11 12:44










































