6 Mahasiswa Meninggal Terseret Banjir di Kendal, UIN Walisongo Evaluasi KKN

2026-01-11 23:14:53
6 Mahasiswa Meninggal Terseret Banjir di Kendal, UIN Walisongo Evaluasi KKN
SEMARANG, - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).Evaluasi tersebut dilakukan setelah enam mahasiswa yang melaksanakan KKN tewas terseret banjir di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.Rektor UIN Walisongo Semarang, Nizar, menyampaikan bahwa evaluasi program tersebut berkaitan dengan keamanan, mitigasi risiko, hingga pengawasan."Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas," kata Nizar dalam keterangannya, Kamis .Baca juga: Kronologi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 6 Orang MeninggalMenurutnya, KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, namun harus selalu dijalankan dengan kesiapsiagaan."Juga harus melalui pertimbangan keselamatan yang matang,” imbuhnya.Sebagai bentuk tanggung jawab, UIN Walisongo telah mengambil beberapa langkah untuk menanggapi peristiwa itu."Di antaranya menurunkan tim pendamping universitas dan dosen pembimbing KKN untuk mendampingi keluarga korban dan membantu proses pencarian di Kendal," lanjutnya.Pencarian tim SAR gabungan terhadap korban terakhir yang hanyut di sungai Jolinggo Singorojo, Kendal akhirnya membuahkan hasil.Korban terakhir atas nama Nabila Yulian Dessi Pramesti ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan pada Rabu sekitar pukul 21.50 WIB.Baca juga: Pencarian Usai, 6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut Saat KKN di Kendal Ditemukan Meninggal"Setelah dicek ternyata A1 bahwa yang ditemukan warga itu adalah korban terakhir yang sedang dicari," ungkap Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang.Dengan ditemukannya Nabila, maka secara keseluruhan total enam korban yang hanyut di sungai Jolinggo sudah ditemukan semua.Sebelumnya pada hari yang sama (Rabu, 5/11/2025), dua jenazah juga sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan atas nama Bima Pranawira, pukul 08.50 WIB dengan jarak sekitar 150 meter dari lokasi kejadian, dan Muhammad Jibril Asyarafi dengan jarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian setelah tim SAR melakukan penyisiran.Baca juga: Pencarian Nabila, Mahasiswi UIN Walisongo yang Hanyut, Dihentikan Sementara"Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk dapat lebih berhati-hati lagi dalam melakukan aktivitas di sungai, apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini," katanya.Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 mahasiswa UIN Walisongo Semarang tengah melakukan KKN di Desa Getas, Singorojo, Kendal.Di sela-sela kegiatan, mereka melepas penat dengan bermain air di sungai yang tak jauh dari lokasi KKN pada Selasa sekitar pukul 13.30 WIB.Pukul 14.00 WIB, tanpa disadari debit air meningkat dengan cepat akibat hujan deras yang melanda hulu sungai.Baca juga: Pencarian Nabila, Mahasiswi UIN Walisongo yang Hanyut, Dihentikan SementaraSebanyak sembilan orang berhasil menyelamatkan diri, namun enam lainnya tak mampu menyelamatkan diri dan hanyut dihempas arus deras.Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melakukan pertolongan dan juga menghubungi tim SAR.


(prf/ega)