Miss Universe Kembali Tuai Kontroversi, Diduga Sebut Miss Meksiko Bodoh

2026-01-15 17:42:33
Miss Universe Kembali Tuai Kontroversi, Diduga Sebut Miss Meksiko Bodoh
- Miss Universe 2025 kembali menuai kontroversi usai sebelumnya digerebek polisi Thailand, karena diduga mempromosikan situs web judi online (judol) Filipina.Kali ini, ajang kecantikan itu disorot karena CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch "bodoh".Disadur dari The Economic Times, Rabu , insiden ini terjadi dalam sebuah acara yang disiarkan langsung di Thailand, tepatnya sebelum upacara pemberian selempang, Selasa .Baca juga: Diduga Promosikan Judol, Tim Miss Universe Thailand Digerebek PolisiDalam siaran yang disiarkan di akun Facebook Miss Universe Thailand 2025, Nawat bertanya kepada Bosch di depan para kontestan lain tentang absennya Bosch dalam acara pemotretan sponsor, tetapi setuju untuk difilmkan oleh Telemundo, yaitu jaringan televisi Amerika Serikat yang disiarkan dalam Bahasa Spanyol."Saya dengar, kamu tidak setuju untuk mengunggah apa pun tentang Thailand, tentang artikel tentang aktivitas kita. Apa itu benar? (I heard you're not agreeing to post everything about Thailand, about every article about our activity. Is it true?)," kata Nawat, seperti yang terdengar dalam siaran ulang di Facebook Miss Universe Thailand.Nawat yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden untuk Asia dan Oseania untuk Miss Universe Organization (MUO), menyuruh Bosch untuk berdiri dan menjelaskan alasan dirinya tidak hadir saat itu.Tangkapan layar dari Facebook Miss Universe Thailand Miss Universe 2025 kembali menuai kontroversi usai CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch bodoh.Kompas.com tidak terlalu mendengar apa yang Bosch katakan lantaran ia tidak memakai mikrofon, tetapi National Director untuk Miss Universe Thailand ini mengatakan bahwa Bosch harus melakukannya."Kamu harus melakukannya, oke? Bisakah kamu melakukannya? Karena pembicaraan dari staf, kamu tidak suka untuk mengunggah semuanya, karena Director dari Meksiko menyuruhmu untuk tidak (...) perhatian apapun untuk (...)... (You have to do it, okay? Can you do it? Because of the talk from the staff, you don't like to post everything because your Director from Mexico order you not (...) any attention to (...)," kata Nawat.Bosch kembali berargumentasi. Namun, Nawat bertanya kembali apakah Bosch bisa mengikuti arahannya atau tidak, dan bisa bekerja untuk mempromosikan Thailand atau tidak.Entah apa yang dikatakan oleh Bosch, Nawat memintanya untuk duduk kembali dan berterima kasih.Nawat kembali berbicara, tetapi beberapa saat kemudian terdengar suara Bosch. Nawat menjawab bahwa ia tidak memberi ruang bagi Bosch untuk berbicara lantaran dirinya sedang berbicara.Nawat pun mempertanyakan alasan Bosch yang masih berbicara kepadanya, tetapi sambil berdiri."Kamu punya suara, tetapi kamu harus menghargai... (You have a voice, but you have to respect)," tutur Nawat yang merespons Bosch.Akan tetapi, situasi semakin memanas. Dengan Bosch masih berdiri, Nawat memanggil pihak keamanan.Baca juga: Sanly Liu Terpilih sebagai Miss Universe Indonesia 2025, Siap Melangkah ke ThailandTangkapan layar dari Facebook Miss Universe Thailand Miss Universe 2025 kembali menuai kontroversi usai CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch bodoh.Diduga, momen ini adalah ketika Nawat menyebut Bosch "bodoh" karena Bosch langsung pergi keluar. Kendati demikian, Kompas.com tidak begitu mendengar ucapan tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 15:52