Ketika Air Hujan Kolong Tol Becakayu Jadi Irigasi Kebun Sayur

2026-01-12 03:49:53
Ketika Air Hujan Kolong Tol Becakayu Jadi Irigasi Kebun Sayur
JAKARTA, - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, memanfaatkan aliran air hujan dari kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) untuk menyiram lahan urban farming yang dikelola di kawasan tersebut.Dari pantauan Kompas.com, area di bawah kolong Tol Becakayu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian perkotaan dengan berbagai jenis tanaman.Jagung, terong, cabai, kangkung, bayam, hingga kacang koro tampak ditanam memanjang di bawah struktur jalan tol maupun di tepi Kali Malang.Tanaman-tanaman itu tersusun rapi di bedengan tanah, dilengkapi jalur air yang mengalirkan air hujan dari atas tol langsung ke area pertanian.Baca juga: Pramono Mengaku Beli Harimau Benggala dan Dititipkan di RagunanAir yang tertampung diarahkan melalui parit yang disiapkan petugas PPSU agar proses penyiraman lebih mudah dan efisien.Namun demikian, penyiraman tambahan tetap dilakukan menggunakan air dari aliran Kalimalang ketika diperlukan.Heru Setiawan (46), petugas PPSU Cipinang Melayu, mengatakan bahwa sistem parit yang dibuat pada lahan urban farming membantu mempermudah penyiraman sehari-hari."Kalau perawatannya khusus untuk yang di tempatku ya, di tempatku ini kebetulan aku memang memanfaatkan air hujan," ujar Heru saat ditemui, Kamis .Baca juga: Cerita Penumpang Terjebak di MRT Gelap, Dievakuasi Darurat Lewat TerowonganIa menambahkan, faktor usia membuatnya tidak selalu mampu melakukan penyiraman manual pada seluruh area."Karena mungkin di sini aku yang agak tua, umur usia. Karena memang dari ujung ke ujung itu aku nggak mampu," lanjutnya.Menurut Heru, penyiraman juga kerap dibantu oleh tim dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur menggunakan mobil tangki atau sumber air dari Kalimalang."Terus jujur aja, aku nggak mampu untuk menyiram, mengambil air dari kali. Memang kadang juga dibantu sama tim penyiraman, kita ada juga tim penyiraman, cuma kan kita nggak bisa mengharapkan," tuturnya.Baca juga: Ribuan Warga di Jaktim Kini Bisa Masak Tanpa LPG, Hemat Sampai Rp 1,2 JutaHeru menjelaskan bahwa air hujan yang turun dari kolong Tol Becakayu ditampung dan dialirkan melalui jalur air yang ia buat secara mandiri."Iya, aku siram tempat itu. Jadi untuk aliran air ini bener-bener aku jaga. Jadi kalau misalnya air hujan itu kan langsung masuk ke situ. Masuk ke area ini. Apa, galian-galian ini (jalur air di ladang)," kata Heru.


(prf/ega)