Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen, Purbaya: Mesin Pertumbuhan Harus Berjalan Lebih Cepat...

2026-01-12 06:10:02
Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen, Purbaya: Mesin Pertumbuhan Harus Berjalan Lebih Cepat...
JAKARTA, – Perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen (yoy) pada kuartal III-2025.Pertumbuhan ini ditopang kuat oleh konsumsi domestik, ekspor, serta investasi meski di tengah perlambatan global.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kinerja tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan APBN 2025, yang didukung sinergi erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.Pertumbuhan ekonomi juga turut menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru, menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 4,85 persen, dari sebelumnya 4,91 persen pada Agustus 2024.Baca juga: Ekonom Sebut Ekonomi RI Kuartal III 2025 Melambat, Indikasi Daya Beli Masyarakat Melemah?“APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung dunia usaha agar lebih berdaya saing di tingkat global,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Kamis .Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga naik 4,89 persen, didorong peningkatan mobilitas, transaksi digital, serta kenaikan pengeluaran untuk transportasi dan komunikasi hingga 6,41 persen.Dari sisi konsumsi pemerintah pun tumbuh tinggi 5,49 persen, mencerminkan optimalisasi belanja dan percepatan realisasi anggaran di kuartal berjalan.Purbaya menyebutkan, investasi bangunan pada kuartal III-2025 tumbuh 3,02 persen (yoy), ditopang percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta berbagai program prioritas pemerintah seperti Dapur Makan Bergizi Gratis, sekolah rakyat, dan perumahan.Dari sisi perdagangan, ekspor barang dan jasa riil tumbuh 9,91 persen (yoy).Kenaikan ini didorong oleh kuatnya industri domestik, meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang utama, serta daya saing produk ekspor, seperti minyak nabati, besi dan baja, serta mesin dan peralatan listrik.Selain itu, ekspor jasa naik 7,62 persen, seiring lonjakan wisatawan mancanegara hingga 21,8 persen (yoy).Sementara itu, impor barang dan jasa riil hanya tumbuh 1,18 persen, dengan impor barang naik 0,92 persen untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri dan impor jasa naik 2,82 persen seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.Ekspor juga menjadi motor utama dengan pertumbuhan 9,91 persen, terutama dari komoditas besi-baja, CPO, dan mesin listrik, sementara impor hanya naik tipis 1,18 persen, menunjukkan daya saing ekspor nasional semakin kuat.Dari sisi sektoral, industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 5,54 persen, ditopang subsektor logam dasar yang melonjak 18,62 persen, serta industri kimia dan farmasi 11,65 persen.Sektor pertanian tumbuh 4,93 persen, sementara sektor jasa seperti perdagangan, akomodasi, dan komunikasi masing-masing tumbuh di atas 5 persen.Secara spasial, wilayah Sulawesi mencatatkan pertumbuhan tertinggi 5,84 persen, disusul Jawa sebesar 5,17 persen, dan Sumatera 4,9 persen.Pemerintah, katanya, optimistis momentum ini berlanjut hingga akhir tahun, dengan target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di 2025.“Ke depan, mesin pertumbuhan ekonomi harus berjalan lebih cepat, dengan sinergi kebijakan fiskal, keuangan, dan investasi untuk kesejahteraan yang berkelanjutan,” sebut Purbaya.Baca juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III-2025 Tumbuh 5,04 Persen, Didorong Ekspor dan Konsumsi Domestik


(prf/ega)