Dosen Beri Cara Menghemat Token Listrik untuk Anak Kos, Termasuk yang Pakai AC

2026-01-12 05:54:51
Dosen Beri Cara Menghemat Token Listrik untuk Anak Kos, Termasuk yang Pakai AC
- Mahasiswa yang hidup di indekos kerap dihadapkan pada persoalan sederhana namun krusial: bagaimana membuat uang saku bertahan hingga akhir bulan. Banyak dari mereka hanya memegang sedikit uang sebagai cadangan harian, sehingga pengelolaan pengeluaran menjadi kunci agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi tanpa harus berutang.Bagi banyak anak kos, token listrik seharga Rp 50.000 hingga Rp 100.000 sering kali terasa cepat habis karena penggunaan alat elektronik yang kurang terkontrol.Mulai dari menyalakan perangkat terlalu lama hingga memakai peralatan berdaya tinggi, kebiasaan kecil ini dapat membuat pulsa listrik boros tanpa disadari.Artikel ini merangkum cara praktis menghemat token listrik Rp 50.000 dan Rp 100.000 agar lebih awet untuk kebutuhan sehari-hari anak kos.Baca juga: Tips Membuat Kentang Goreng ala Resto dari Chef Hotel, Dijamin Tidak Melempem Dilansir dari Kompas.com , dosen Pendidikan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, menyebut ada beberapa cara agar token listrik Rp 50.000 bisa lebih tahan lama.“Anak kos dengan beban standar setiap harinya membutuhkan 1,45 kWh,” katanya.Sebagai contoh, sebuah kos memiliki daya sebesar 1.300-2.200 VA di Jakarta. Tarif dasar listrik pada Desember 2025 untuk golongan pelanggan daya tersebut sebesar Rp 1.444,70 per kWh.Diketahui, setiap pembelian token juga bakal dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Jakarta sebesar 2,4 persen untuk golongan tersebut.Sehingga, listrik yang diperoleh dari token Rp 50.000 adalah sebesar 33,77 kWh, dan idealnya bisa digunakan hingga 24 hari asal penghuni tidak boros listrik.Berikut cara untuk menghematnya:Yang membuat anak kos boros listrik adalah mereka sering lupa mematikan alat elektronik, seperti kipas angin, saat pergi keluar kos."Prinsip dasar untuk menghemat energi itu kaidah matikan utilitas atau peralatan yang tidak digunakan," ucap Toto.Toto merekomendasikan agar penghuni atau anak kos menggunakan peralatan elektronik yang hemat energi. Dia mengungkapkan, saat ini sudah banyak alat elektronik hemat energi yang dijual di pasaran. Label hemat energi pada alat elektronik tersebut ditunjukkan dengan stiker gambar bintang berwarna hijau.


(prf/ega)