Janji Santunan Tak Jelas, Keluarga Korban Speed Boat di Nunukan: Biar Adat yang Bicara

2026-01-11 23:59:51
Janji Santunan Tak Jelas, Keluarga Korban Speed Boat di Nunukan: Biar Adat yang Bicara
NUNUKAN, - Keluarga korban kecelakaan speed boat Borneo Ekspress 2 kembali mendatangi Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Kalimantan Utara, pada Senin .Pihak keluarga menuntut kata maaf dan tanggung jawab dari pemilik SB Borneo Ekspress 2, yang menewaskan Rexy Joseph Kabelen (23) dan Siti Nurharisa (24) dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin itu.Emanuel Kabelen, keluarga korban mengaku sudah lima kali datang bolak-balik ke KSOP untuk meminta kejelasan santutan yang dijanjikan."Sudah lima kali kami datang bolak-balik ke KSOP, meminta kejelasan masalah santunan yang dijanjikan. Kami sudah capek, kami terus saja dibodohi," ujar Emanuel Kabelen dalam mediasi yang dihadiri sejumlah perwira Polres Nunukan, Pejabat KSOP Nunukan, Dinas Perhubungan, dan Polairud Nunukan, serta para Pemangku Adat Suku Tidung.Baca juga: 2 Nyawa Melayang Akibat Tabrakan Speed Boat di Nunukan, Nakhoda Malah Bebas, Keluarga Tagih JanjiEmanuel, dengan mata berkaca-kaca, mengenang Rexy yang selama hidupnya menjadi tulang punggung keluarga.Kematian Rexy membuat keluarganya menjalani hidup yang berat, karena sosok yang selama ini menghidupi mereka telah tewas ditabrak SB Borneo Ekspress."Kami serahkan semua masalah ini ke Lembaga Adat. Biar Adat yang bicara. Saya sudah capek," tegasnya.Perwakilan Adat Tidung, Ismail, menyesalkan berlarutnya kasus ini.Pasca kejadian hingga hari ini, pihak yang menewaskan dua warga Nunukan tak pernah sekalipun meminta maaf dan mendatangi keluarga korban.Baca juga: Saksi Kunci Meninggal, Polisi Limpahkan Penyelidikan Tabrakan 2 Speed Boat di Nunukan ke KSOP"Kalau seandainya ada iktikad baik, saya yakin kasusnya tidak akan melebar ke mana-mana. Jadi sangat wajar ketika keluarga korban melampiaskan emosinya, harap dimaklumi," kata Ismail.Ismail bersama sejumlah pemangku adat meminta agar kasus ini diselesaikan dalam pekan ini juga."Ini sudah berkali-kali terjadi pertemuan tanpa hasil. Jadi kami minta ini usaha terakhir, apakah akan diselesaikan dengan baik, atau tidak baik, kami akan terima dua-duanya," katanya lagi."Bagaimanapun ada batas kesabaran, apalagi ini masalah nyawa manusia. Jadi ketika masalah ini tak juga selesai, jangan salahkan kami kalau penyelesaiannya kami lakukan secara adat," tegasnya.Pejabat KSOP Nunukan, Wiwin Karoma mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan tuntutan keluarga korban, namun sampai hari ini, suara dari KSOP Nunukan tidak pernah direspon."Terus terang kami selalu sampaikan apa yang menjadi tuntutan keluarga korban. Tapi terus terang, kasus ini ditangani penyidik Tarakan, dan suara kami tidak pernah digubris," ujar pejabat KSOP Nunukan, Wiwin Karoma.


(prf/ega)