BANDUNG, KOMPAS'.com — Pemerintah Kabupaten Bandung menilai bencana alam menjadi tantangan utama dalam pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, fokus pengamanan kali ini tidak hanya pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada mitigasi berbagai risiko kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah.Hal itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor pengamanan Natal dan Tahun Baru di Hotel SunShine, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin ."Pengamanan Nataru kali ini tentu berbeda. Kita tidak hanya bicara soal lalu lintas, tetapi juga berbagai kejadian yang sedang kita hadapi bersama, khususnya bencana alam," kata Dadang.Baca juga: Catat Tanggalnya, Prediksi Lonjakan Arus Kendaraan Saat Natal dan Tahun Baru di Puncak BogorMenurut dia, sejumlah peristiwa kebencanaan yang terjadi belakangan berdampak langsung terhadap infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan.Kondisi itu berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat selama periode Natal dan Tahun Baru, baik untuk keperluan ibadah, wisata, maupun silaturahmi.Dadang meminta para camat, kapolsek, dan danramil di wilayah yang mengalami alih fungsi lahan agar segera melaporkan kondisi di lapangan secara berjenjang.Laporan tersebut akan menjadi dasar pembahasan, baik secara formal maupun nonformal, guna menentukan langkah konkret ke depan."Alih fungsi lahan ini harus segera kita petakan. Dampaknya bukan hanya kebencanaan, tetapi juga persoalan lalu lintas yang berkaitan langsung dengan pengamanan Nataru," ujarnya.Ia menegaskan, pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru harus dipersiapkan secara matang, sebagaimana pengamanan Idul Fitri bagi umat Muslim.Baca juga: Polri Prediksi Pergerakan Natal dan Tahun Baru 2026 Naik 8,83 Juta OrangMenurut Dadang, perayaan Natal juga diikuti dengan beragam aktivitas masyarakat yang membutuhkan jaminan keamanan dan kenyamanan.Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung juga meminta informasi dari masing-masing wilayah terkait ruas jalan yang harus diselesaikan sebelum 25 Desember.Selain itu, koordinasi mencakup penempatan posko pengamanan, kesiapan pemadam kebakaran dan tim penyelamatan, serta pengamanan tempat-tempat ibadah."Semua aspek harus kami pastikan siap agar rangkaian Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman dan lancar," kata Dadang.Ia turut mengapresiasi sinergi lintas sektor yang selama ini terjalin.
(prf/ega)
Bencana Alam Jadi Tantangan Pengamanan Natal-Tahun Baru di Kabupaten Bandung
2026-01-12 05:01:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:33
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 04:03










































