Perjalanan Terakhir Linmas Klaten, Tragedi Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak

2026-01-12 06:46:14
Perjalanan Terakhir Linmas Klaten, Tragedi Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak
– Suasana duka menyelimuti Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, setelah salah satu warganya dipastikan menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak, Kota Semarang.Kepala Desa Pundungan, Danang Setiawan, mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali menerima kabar bahwa korban tewas dalam kecelakaan bus Cahaya Trans merupakan warganya.“Awalnya saya tidak percaya waktu dikabari. Maksudnya, orangnya ada di rumah,” ujar Danang Setiawan, Senin .Kecelakaan bus Cahaya Trans tersebut terjadi di Simpang Susun Krapyak, ruas Tol Kota Semarang, pada Senin sekitar pukul 00.45 WIB. Bus yang melaju dari Bogor menuju Yogyakarta itu mengalami kecelakaan tunggal di tikungan KM 420A.Baca juga: Tangis Pilu Suami Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak: Kenapa Tidak Saya Saja yang Diambil?Karena ragu dengan informasi yang diterima, Danang Setiawan langsung mendatangi rumah korban untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. Namun, setibanya di lokasi, rumah korban diketahui dalam keadaan kosong.“Setelah dipastikan, ternyata rumahnya memang kosong,” ucap Danang.Setelah seluruh informasi dinyatakan benar, pihak desa kemudian menginformasikan kabar duka tersebut kepada warga setempat. Aparat desa dan masyarakat sekitar pun langsung bergerak membantu persiapan penyambutan jenazah hingga proses pemakaman.Korban tewas asal Desa Pundungan tersebut bernama Srihono (53). Almarhum dikenal sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Pundungan.“Beliau petugas Linmas,” kata Danang, seperti dikutip dari TribunSolo.com.Selain aktif sebagai anggota Linmas selama sekitar tiga tahun terakhir, Srihono dikenal sebagai pribadi yang ramah dan ringan tangan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam Terbang“Orangnya entengan, sering membantu. Dia juga aktif sebagai Linmas,” ujar Danang.Bahkan, sebelum kejadian nahas itu, Srihono sempat membantu sebagai tukang dalam pembangunan di sekitar kediaman kepala desa.“Sosoknya juga ramah,” imbuh Danang.Begitu kabar duka tersebut dipastikan, pihak desa bersama warga langsung menyiapkan seluruh keperluan pemakaman.“Begitu mendengar kabar itu, kami langsung mempersiapkan segala keperluan pemakaman,” pungkas Danang.


(prf/ega)