PATI, - Banjir yang menerjang Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tak hanya menggenangi permukiman dan Jalur Pantura, tetapi juga melumpuhkan aktivitas para petani garam.Belasan gudang garam yang berada di sepanjang jalur nasional Pati–Rembang terendam air hingga setinggi satu meter.Akibatnya, hampir seluruh stok garam larut dan hanyut terbawa arus.Gudang-gudang yang biasanya menjadi pusat penyimpanan hasil panen petani kini berubah menjadi tumpukan lumpur.Para petani hanya bisa menatap sisa-sisa banjir sambil membersihkan gudang mereka setelah air mulai surut.Kerugian yang ditanggung para petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah.Baca juga: Jalur Pantura Pati–Rembang Terendam Banjir, Kendaraan Merayap Sejak SemalamSekretaris Desa Ketitangwetan, Ismail, mengungkapkan bahwa banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Widodaren pada Rabu malam.Air yang meluap dengan cepat, langsung menerjang deretan gudang garam yang berdiri tak jauh dari aliran sungai.“Banyak garam hanyut terbawa arus sejak tadi malam. Ketinggian air di dalam gudang sampai seperut orang dewasa, bahkan di bagian belakang mencapai setinggi pundak,” ujar Ismail, Kamis .Hampir semua stok garam yang baru saja dipanen hilang begitu saja.Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Kuok Kampar Terendam Banjir 1 Meter LebihIsmail, yang juga pemilik gudang mengaku kehilangan ratusan juta rupiah akibat gudangnya ikut terendam lumpur.“Untuk satu gudang saja kerugiannya bisa mencapai Rp 300 sampai Rp 400 juta. Kalau ditotal semua gudang yang terdampak, mungkin mencapai miliaran rupiah,” jelasnya.“Kami hanya berharap penanganan cepat, supaya kejadian seperti ini tidak terulang. Ini musim hujan, dan wilayah kami berada di hilir sungai. Air dari atas semua mengalir ke sini,” lanjutnya.Selain merusak gudang, banjir juga menyebabkan beberapa ruko milik warga roboh dan terbawa arus.Tumpukan sampah yang menyumbat jembatan memperparah luapan air sehingga banjir merembet ke pemukiman dan Jalur Pantura.Salah satu warga Ketitangwetan, Sulistiyono, mengatakan arus lalu lintas di jalur nasional masih tersendat akibat banjir.“Kemarin sempat surut, tapi malamnya naik lagi karena hujan deras. Beberapa ruko ikut terseret air,” ungkapnya.Baca juga: Dari Koperasi Tiba-Tiba Berubah Konsep, Hotel DAyana Pati Disegel Satpol PPPetani garam dan warga setempat kini berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul dan jembatan yang jebol.Mereka khawatir curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ke depan kembali memicu banjir dan menambah kerugian.
(prf/ega)
Banjir di Pati Rendam Gudang Garam, Stok Hanyut dan Petani Rugi Miliaran
2026-01-11 22:33:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:47
| 2026-01-11 21:29
| 2026-01-11 20:39










































