Katak Langka Dilaporkan Menghilang di India, Diduga Korban Fotografi Tak Bertanggungjawab

2026-01-12 03:21:22
Katak Langka Dilaporkan Menghilang di India, Diduga Korban Fotografi Tak Bertanggungjawab
- Sekelompok galaxy frog atau katak galaxy (Melanobatrachus indicus) yang langka dikabarkan menghilang dari habitatnya di hutan Ghats Barat di Kerala, India, diduga akibat fotografer yang tidak bertanggung jawab.Katak gelap kebiruan dengan bintik kuning atau putih ini sepintas terlihat beracun, padahal sebaliknya. Di hutan tersebut, mereka tinggal di bawah batang kayu. Namun, saat ini batang kayu tersebut telah dirusak.Baca juga: "Batang kayu besar dan indah yang ada di sana telah hancur total dan tergeletak di tempat yang salah," ucap anggota dan peneliti dari Zoological Society of London, Rajkumar K P, dilansir dari The Guardian, Senin .Dalam studi yang dipublikasikan di Herpetology Notes, para peneliti mengingatkan bahwa spesies katak tersebut menghilang. Studi tersebut menemukan, praktik fotografi yang tak beretika adalah penyebab utama yang menimbulkan gangguan, perubahan perilaku, dan perkembangbiakan katak galaksi.Adapun praktik fotografi tak beretika merujuk pada fotografer yang masuk ke hutan tanpa pengawasan ahli atau tak mematuhi perlindungan alam. Mereka sering hanya mengejar foto bagus alih-alih memerhatikan kelestarian satwa, dilansir dari CNN. Misalnya, fotografer memindahkan satwa dari tempat persembunyiannya ke tempat yang lebih terbuka agar mendapatkan cahaya dan latar belakang indah.Bagi amfibi kecil, termasuk katak galaksi yang ukurannya tak sampai ujung jari manusia ini, hal tersebut bisa berakibat fatal. Paparan suhu yang berbeda, sentuhan tangan manusia, dan stres akibat lampu flash bisa membahayakan hidup mereka.Baca juga: Dok. Wikimedia Commons/Ben tapley Sekelompok katak langka yaitu galaxy frog (Melanobatrachus indicus) dilaporkan menghilang dari habitatnya di India akibat fotografer tidak bertanggung jawab. Simak kronologinya.Sebagai informasi, katak galaksi biasanya hidup berlindung di celah-celah lembap di bawah bebatuan, dedaunan yang gugur, dan batang kayu yang membusuk di hutan tersebut.Pada awal tahun 2020, Rajkumar, yang memimpin studi tersebut, menemukan tujuh katak galaksi bersarang di bawah batang kayu di hutan Ghats Barat. Namun, ia tidak bisa langsung mengunjunginya lagi akibat pandemi Covid-19. Ketika ia kembali ke lokasi tersebut beberapa waktu kemudian, kelompok katak ini sudah menghilang dan habitat mereka sudah dirusak. Awalnya ia mencurigai musang coklat sebagai penyebabnya, tapi mereka tidak cukup kuat untuk menggulingkan batang kayu. Ia pun bertanya ke tracker (pemandunya) apakah dia melihat orang lain mendatangi lokasi itu. "Dia menyebutkan ada beberapa fotografer yang mengunjungi lokasi tersebut. Beberapa kelompok kecil. Jadi kemudian saya menghubungi pemandu saya yang lain, dan mereka mulai menceritakan segala hal yang terjadi," jelas Rajkumar. Para peneliti kemudian menemukan, selama dua musim panas berikutnya, sekelompok fotografer yang terdiri dari enam orang dikabarkan mendatangi lokasi tersebut.Mereka menginjak-injak lokasi itu dan meninggalkan batang kayu yang bergeser demi mendapatkan foto yang sempurna. Mereka juga dikatakan bersemangat memotret katak galaksi sehingga memindahkan satwa kecil itu ke lumut atau batang kayu agar latar belakangnya lebih "indah".Selama proses pemotretan itu, para katak galaksi juga bersentuhan langsung dengan tangan manusia berulang-ulang, ditambah lampu milik para fotografer yang menyinari area tersebut selama sekitar empat jam dalam setiap sesi.Kontak dengan tangan kosong, kurangnya hidrasi, dan tidak adanya protokol biosekuriti membuat katak rentan terhadap stres, panas, dan potensi penyakit.Baca juga: Krisis Amfibi Global, 788 Spesies dalam Bahaya Kepunahan


(prf/ega)

Berita Lainnya