Sempat Terjadi Ketegangan, Satpol PP Kota Malang Tunda Bongkar Tembok di Griya Shanta

2026-01-11 22:32:51
Sempat Terjadi Ketegangan, Satpol PP Kota Malang Tunda Bongkar Tembok di Griya Shanta
MALANG, - Upaya penertiban tembok pembatas antara RW 9 dan RW 12 di Perumahan Griya Shanta, Kelurahan Mojolangu, Kota Malang, berakhir dengan penundaan.Ketegangan antara warga dan petugas gabungan Satpol PP Kota Malang berlangsung alot selama dua jam, dari pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, Kamis .Pantauan di lokasi, puluhan petugas Satpol PP yang tiba awalnya membacakan surat berisi dasar hukum penertiban.Baca juga: Satpol PP Kota Malang Layangkan SP2 untuk Pembongkaran Dinding di Perumahan Griya ShantaPemerintah Kota (Pemkot) Malang bermaksud membongkar tembok tersebut untuk dijadikan jalan tembus, dengan dasar bahwa jalan di perumahan itu telah berstatus fasilitas umum (fasum) atau Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) milik Pemkot.Namun, upaya tersebut mendapat penolakan keras dari warga RW 12, termasuk kalangan ibu-ibu, yang melakukan aksi pasang badan menghalangi petugas.Setelah negosiasi yang alot dan situasi memanas, Satpol PP memutuskan menarik mundur personelnya.Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menegaskan bahwa penundaan ini bukan berarti operasi penertiban gagal.Ia mengatakan langkah mundur diambil murni karena pertimbangan keselamatan."Jadi, kita operasi penertiban ini bukan namanya gagal. Kita lihat situasi dan kondisinya," ujar Heru Mulyono di lokasi, Kamis .Baca juga: Proyek Jalan Tembus Griya Shanta Kota Malang Ditolak Warga, Satpol PP Ultimatum Robohkan TembokHeru menjelaskan, pihaknya mengutamakan keselamatan semua pihak, baik personel gabungan maupun warga, setelah melihat adanya upaya penghadangan."Kita mengedepankan keselamatan semuanya. Di sebelah barat pun ada ibu-ibu yang menghalangi. Kita tidak mau terjadi luka di hati mereka," jelasnya."Karena ada upaya menghalang-halangi dengan pasang badan, dan itu yang kita antisipasi agar tidak ada yang lepas kendali," lanjutnya.Meski ditunda, Heru memastikan bahwa penertiban tembok tersebut akan tetap dilaksanakan. Pihaknya akan mencari cara lain dan melakukan evaluasi internal."Kita coba tempuh dengan cara yang lain, yang jelas tetap kami lakukan penertiban. Tidak ada yang namanya kalah menang, kita melihat situasi dan kondisinya sebagai bahan evaluasi kita. Tetapi benang merahnya ada, yaitu tetap dilakukan penertiban," tegas Heru.Menanggapi langkah hukum yang ditempuh warga, Heru menyatakan Pemkot siap melayani.


(prf/ega)