LUMAJANG, - Suasana pagi di Jembatan Limpas, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tampak sibuk pada Senin .Anak-anak dengan seragan putih merah lengkap dengan tas dan sepatu hitam harus berjuang mengarungi aliran banjir lahar untuk bisa pergi ke sekolah.Akses satu-satunya berupa Jembatan Limpas yang membentang antara Dusun Sumberlangsep dan Sumberkajar terputus akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Sabtu .Para siswa pun terpaksa menuruni tangga untuk sampai ke dasar sungai dan melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah dengan digendong orang tuanya menyusuri aliran Sungai Regoyo tepat di bawah Jembatan Limpas.Baca juga: Dampak Banjir Lahar Gunung Semeru, SD di Lumajang Kurangi Jam Pembelajaran Zainal Abidin, orang tua siswa mengatakan, ia terpaksa menggendong anaknya melewati aliran banjir lahar agar bisa tetap bersekolah karena jembatan limpas terputus.Tampak, Zainal dengan hati-hati memegangi putranya menuruni tangga dan menggendongnya sampai seberang sungai agar sepatunya tidak basah."Gak ada jalan lagi, harus lewat sungai, ini yang paling aman, kalau gak begitu anak-anak tidak bisa sekolah," kata Zainal di Jembatan Limpas Jugosari, Senin .Di sisi lain, tampak beberapa warga nekat membentangkan dua batang bambu untuk digunakan menyeberang sambil menggendong putranya./MIFTAHUL HUDA Orang tua siswa memegang putranya menuruni tangga untuk menyeberangi aliran banjir lahar Gunung Semeru, Senin .Sambil tangan kiri berpegangan ke tebing dan tangan kanan menggendong putranya, warga dengan perlahan akhirnya bisa sampai ke seberang dan melanjutkan perjalanan menyusuri Jembatan Limpas.Langkah ini jelas berisiko. Dua batang bambu yang dibentangkan itu sangat licin karena terkena air.Jika salah melangkah, tidak hanya orang tua, anak yang tengah digendong agar bisa pergi ke sekolah akan jatuh ke dasar sungai penuh bebatuan dengan kedalaman sekitar 5 meter."Kalau dibilang bahaya ya bahaya, tapi mau bagaimana lagi, daripada anak-anak tidak sekolah," ujar Taufik, orang tua siswa.Baca juga: Banjir Lahar Gunung Semeru Terjang Sungai Regoyo, Dusun Sumberlangsep Kembali TerisolasiTugas para orang tua di Sumberlangsep ini tidak selesai sampai di situ.Nanti, saat jam pulang sekolah, para orang tua juga harus bersiap di pinggir sungai menjemput putra-putrinya.Perjalanan akan ditempuh dengan cara yang sama, melintasi aliran lahar dan menantang bahaya."Nanti pulangnya jemput, semoga tidak banjir dulu karena sekarang sudah mendung," ujar Taufik.
(prf/ega)
Perjuangan Siswa di Sumberlangsep Lumajang, Turuni Tangga dan Digendong Orang Tua Seberangi Banjir Lahar agar Bisa Sekolah
2026-01-11 23:51:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:47
| 2026-01-11 23:29
| 2026-01-11 22:58
| 2026-01-11 21:54










































