Harimau Sumatera yang Diduga Memangsa Warga di Lampung Mati Setelah 12 Hari Tertangkap

2026-01-11 22:40:11
Harimau Sumatera yang Diduga Memangsa Warga di Lampung Mati Setelah 12 Hari Tertangkap
LAMPUNG, - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) mati di kandang setelah 12 hari tertangkap di Lampung.Harimau tersebut sebelumnya diduga sebagai satwa yang meresahkan dan memangsa manusia di Kabupaten Lampung Barat.Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Himawan Sasongko, mengonfirmasi kematian satwa dilindungi itu pada Jumat ."Benar, harimau itu tutup usia setelah tertangkap," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu malam.Baca juga: Harimau Sumatera Masuk Perangkap Kandang Jebak di Lampung, Terkait Serangan ke Petani DiselidikiHarimau dengan nomor “ID 13 RL Male” itu masuk kandang jebak di Talang Kali Pasir, Kecamatan Batu Brak, pada 29 Oktober 2025.Harimau yang diberi nama “Bakas” tersebut diketahui memiliki luka di pangkal pinggang kiri bagian atas, bekas ikatan melingkar di pinggang, serta tidak memiliki jari ke-4 dan ke-5 pada kaki kanan bagian depan.Setelah tertangkap di wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), harimau dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Lampung.Namun, beberapa bagian kandang di PPS mengalami kerusakan dan dinilai berpotensi dijebol oleh harimau, sehingga disepakati untuk memindahkannya ke Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau agar mendapat perawatan lebih memadai."Selama dalam pengawasan di PPS Lampung, harimau tersebut dalam kondisi fisik sehat namun menunjukkan perilaku agresif," kata Himawan.Baca juga: Kebun Binatang di China Buka Lowongan Driver Pemberi Makan Harimau, Gaji Rp 116 JutaPada saat proses pemindahan dari kandang angkut ke kandang perawatan di LK Lembah Hijau, harimau awalnya berhasil masuk ke kandang.Namun sesaat kemudian, harimau menunjukkan perilaku sangat agresif dengan menabrakkan diri ke dinding dan pintu kandang perawatan sebanyak tiga kali.Pada benturan ketiga, harimau terjatuh, mengalami kejang, dan tidak lagi menunjukkan respons gerak. Dokter hewan yang memeriksa menyatakan harimau telah mati.Berdasarkan surat pemeriksaan pascakematian yang dikeluarkan drh. Sugeng Dwi Hastono, setelah dilakukan bedah bangkai pada 7 November 2025 pukul 19.40 WIB, disimpulkan penyebab kematian adalah pendarahan pada otak akibat benturan benda tumpul yang menyebabkan kematian otak (brain death)."Untuk tindak lanjut, kadaver harimau saat ini diamankan di PPS Lampung dan akan dititipkan sementara di LK Lembah Hijau," katanya.


(prf/ega)